ATAPKOTA, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan bahwa usaha boga memiliki dampak yang luas tidak hanya pada sektor kuliner, tetapi juga pada pariwisata, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pelestarian budaya lokal.
Hal ini disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Tondi Nasha Yusuf Nasution, saat membuka Rapat Kerja Dewan Pimpinan Cabang (Rakercab) DPC Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Medan.
Dalam sambutannya, Rico Waas juga menekankan pentingnya peran PPJI sebagai wadah pembinaan dan penguatan kompetensi pelaku usaha boga.
Ia berharap Rakercab ini dapat merumuskan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk transformasi digital dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Medan dikenal sebagai kota kuliner yang kaya rasa dan ragam, tidak terlepas dari peran pelaku usaha jasa boga yang terus berinovasi dan menjaga kualitas makanan. Oleh karena itu, PPJI memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan pelestarian budaya lokal.(Merry Bintang)/PR


































