NIAS BARAT — Pemerintah pusat dan Pemprov Sumatera Utara (Sumut) resmi memulai pembangunan RSUD Pratama Nias Barat menjadi rumah sakit tipe C. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumut Surya bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Jumat (11/7), di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi.
Program ini masuk dalam skema Quick Win atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya: mempercepat peningkatan layanan kesehatan di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan).
Gedung baru rumah sakit akan terdiri dari tiga lantai. Fasilitas yang disiapkan mencakup IGD, ruang rawat inap, ruang bersalin, laboratorium, hingga layanan farmasi.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi bagian dari misi besar menghadirkan keadilan layanan publik di daerah,” ujar Wagub Surya.
Wagub mengungkapkan, dari total 207 rumah sakit di Sumut, hanya 9 rumah sakit yang berada di Kepulauan Nias. Bahkan, hanya RSUD Dr M Thomsen di Gunungsitoli yang saat ini dianggap layak sebagai rujukan utama.
“Jumlah penduduk Kepulauan Nias lebih dari 962 ribu jiwa. Artinya, beban pelayanan sangat tinggi,” kata Surya.
Oleh sebab itu, Pemprov Sumut berkomitmen mendukung peningkatan SDM lokal. Salah satunya melalui beasiswa spesialis bagi putra-putri daerah, agar rumah sakit di wilayah Nias dapat dikelola oleh tenaga medis lokal yang profesional.
Langkah ini melanjutkan komitmen pembangunan layanan kesehatan yang sebelumnya dimulai di RSUD Tafaeri, Nias Utara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa proyek RS Pratama merupakan bagian dari rencana strategis nasional. Pemerintah pusat ingin memastikan masyarakat di seluruh pelosok mendapatkan layanan kesehatan dasar berkualitas.
“Wilayah seperti Nias Barat harus punya akses yang setara. RS Pratama ini akan menjadi fasilitas rujukan tingkat pertama,” ujar Menkes.
RSUD Pratama Nias Barat diharapkan mampu mengurangi ketimpangan pelayanan kesehatan dan menjadi penopang bagi rumah sakit lain di wilayah kepulauan.
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu menyebut pembangunan ini sebagai “impian warga” yang mulai terealisasi.
“Kami siap mendukung penuh pembangunan ini. Ini adalah awal perubahan besar bagi masyarakat,” kata Eliyunus.
Acara ini ditandai dengan penekanan tombol simbolis dan peninjauan lapangan. Masyarakat menyambut antusias, berharap layanan kesehatan tak lagi jadi persoalan utama di wilayah mereka.
Turut hadir dalam kegiatan ini: Forkada se-Kepulauan Nias, Kadis Kesehatan Sumut Faisal Hasrimi, dan Kepala Biro Adpim Sumut Ady Putra Parlaungan.

































