ATAPKOTA.COM, MEDAN – Warga Kecamatan Medan Amplas menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam kegiatan Sapa Warga di aliran Sungai Denai, Jalan Garu II Ujung, Kelurahan Harjosari I.
Kegiatan ini diawali dengan pemantauan gotong royong massal di sepanjang pinggiran sungai. Rico Waas ingin memastikan kerja bakti berjalan baik demi menciptakan lingkungan bersih, asri, dan nyaman.
Usai gotong royong, Rico Waas berdialog bersama warga. Ia didampingi Asisten Pemerintahan Muhammad Sofyan serta pimpinan OPD Pemko Medan.
Salah satu warga, Rosma Rajagukguk, menyampaikan keluhan soal lampu jalan yang padam, jalan rusak, dan bronjong tepi sungai yang runtuh. Ia khawatir kondisi tersebut membahayakan warga yang melintasi pinggir sungai.
“Kami mohon bantuan Pak Wali, lampu jalan mati, jalan Garu I rusak, dan bronjong sungai hancur,” ujar Rosma.
Menanggapi hal itu, Rico Waas menegaskan bahwa Dinas terkait akan segera menangani permasalahan tersebut.
“Penerangan jalan dan jalan rusak akan diperbaiki dinas terkait. Soal bronjong, kami akan koordinasi dengan BWS,” jelasnya.
Selain infrastruktur, warga juga menyoroti akses layanan kesehatan, khususnya program UHC. Seorang warga bertanya apakah tetap bisa berobat meski BPJS-nya nonaktif karena pemutusan kerja.
Rico Waas memastikan bahwa program UHC Kota Medan tetap berjalan, bahkan akan ditingkatkan ke UHC Premium untuk layanan kesehatan maksimal.
“Warga tetap bisa berobat hanya dengan KTP. Kita tingkatkan UHC menjadi Premium,” ungkapnya.
Keluhan soal Kamtibmas dan kenakalan remaja juga muncul. Rico Waas langsung memerintahkan Camat Medan Amplas agar mengaktifkan kembali poskamling di setiap kelurahan guna menekan kriminalitas.
“Saya minta poskamling aktif. Kecamatan harus bantu penjagaan bergiliran,” tegasnya.
Untuk mencegah kenakalan remaja, ia mengajak Gen Z berperan positif di lingkungannya. Pemko Medan telah menyiapkan program pelatihan barista dan barbershop untuk pemberdayaan anak muda.
“Mari kita rangkul adik-adik kita. Pemuda harus produktif dan bebas dari hal negatif,” ujarnya.
Rico Waas menyebut kegiatan Sapa Warga di Medan Amplas ini adalah yang keempat, dan akan terus dilakukan di 21 kecamatan Kota Medan.
“Kami ingin mendengar langsung keluhan warga dari lingkungan masing-masing. Insyaallah setiap Minggu kita lanjutkan,” pungkasnya. (Merry )

































