Bongkar Perang Informasi Hamas: Dari Foto Anak ‘Kelaparan’ hingga Fitnah Global terhadap Israel

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025 - 21:32 WIB

40296 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi media

Ilustrasi media

ATAPKOTA.COM – Pengakuan The New York Times pada 30 Juli 2025 terkait kesalahan pelaporan dan koreksi foto halaman depan edisi 25 Juli yang menampilkan Mohammed Zakaria al-Mutawaq, anak Palestina berusia 18 bulan dengan cerebral palsy dan kelainan genetik, namun keliru disebut sebagai korban kelaparan bukan sekadar kekeliruan jurnalisme.
Kasus ini mencerminkan pola perang informasi terkoordinasi yang selama bertahun-tahun digunakan untuk mendelegitimasi dan mengisolasi Israel di mata dunia.

Hamas, sebagai proksi Iran, memanfaatkan kampanye disinformasi untuk memenangkan opini publik global, merusak citra Israel, dan melemahkan posisinya secara internasional. Salah satu narasi utama adalah tuduhan kelaparan sistematis di Gaza. Narasi ini berhasil memengaruhi opini Barat, meski fakta lapangan menunjukkan Israel justru memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan.

Data UN Office for Project Services (UNOPS) mencatat bahwa 87% bantuan yang masuk Gaza antara 19 Mei–29 Juli 2025 tidak sampai ke tujuan karena diambil warga kelaparan atau dirampas kelompok bersenjata. Fakta ini mengungkap bahwa Hamas sengaja memanipulasi distribusi bantuan demi menguatkan tuduhan terhadap Israel.

Sejak pengambilalihan Gaza pada 2007, langkah keamanan Israel kerap dibingkai sebagai “hukuman kolektif.” Pada 2012, LSM Gisha memelintir data kebutuhan kalori yang dihitung Israel menjadi narasi kelaparan disengaja. Tuduhan ini akhirnya digunakan Jaksa ICC pada 2024 untuk menjerat pemimpin Israel dengan dakwaan “kelaparan sebagai senjata perang.”

Hamas menjalankan strategi ganda:

  1. Menyalahkan Israel atas krisis kemanusiaan.

  2. Menolak tanggung jawab sebagai penguasa de facto Gaza.

Ironisnya, Hamas juga membuat sandera Israel kelaparan demi memaksakan gencatan senjata sesuai kepentingannya.

Banyak foto anak-anak dengan penyakit bawaan seperti cystic fibrosis atau cerebral palsy dipublikasikan seolah mereka korban kelaparan akibat blokade Israel. The New York Times memotong foto untuk menghilangkan anggota keluarga yang sehat demi memperkuat narasi. BBC bahkan pernah mengutip klaim “14.000 bayi akan meninggal dalam 48 jam,” yang ternyata hanya proyeksi tahunan.

COGAT mencatat, antara Oktober 2023–Juni 2025, Israel telah mengizinkan lebih dari 90.000 truk berisi 1,8 juta ton pasokan masuk ke Gaza  setara lebih dari 3.000 kalori per orang per hari, melebihi standar kemanusiaan internasional. Namun, Hamas dan kelompok bersenjata lainnya kerap merampas bantuan, bahkan mengancam pekerja kemanusiaan. Gaza Humanitarian Foundation melaporkan Hamas menawarkan imbalan bagi yang membunuh pekerja bantuan, menyebabkan 12 staf lokal tewas.

Diplomasi publik Israel mulai beralih dari hasbara (penjelasan) menjadi strategi toda’a (narasi proaktif). Kampanye di Times Square, New York, menampilkan gambar sandera Israel yang kelaparan, dengan pesan: “Inilah kelaparan yang sebenarnya.” Pejabat AS seperti Donald Trump dan Steve Witkoff menegaskan tidak ada kelaparan sistematis di Gaza, sekaligus menolak memberi legitimasi politik kepada Hamas.

Perang informasi ini adalah “front kedelapan” melawan Israel, sama pentingnya dengan pertempuran militer. Hamas memanfaatkan hukum kemanusiaan dan opini publik sebagai senjata strategis. Mengungkap pola ini adalah kunci untuk melawan narasi yang telah membajak simpati dunia Barat. Bagi Israel dan sekutunya, mempertahankan kebenaran berbasis data menjadi satu-satunya cara untuk mematahkan fitnah kelaparan palsu yang telah digunakan sebagai senjata politik.

Sumber : JCPA.ORG

Berita Terkait

Bobby Nasution Apresiasi Kemenangan Timnas U-19, Atmosfer Stadion Sumut Diakui Jadi Kekuatan Tambahan
Sebelum Tinggalkan Paris, Presiden Prabowo Berfoto Bersama Pengawal Prancis di Bandara Orly
Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA dalam Pertemuan Bilateral di Paris
Usai Bertemu Macron dan Jalani Agenda Diplomatik, Prabowo Tinggalkan Paris Menuju Indonesia
Disambut Macron dan Brigitte, Prabowo Ikuti Santap Malam Kenegaraan di Paris
Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis, Bahas Rafale hingga Palestina
Prabowo di Istana Élysée: Indonesia dan Prancis Harus Jadi Kekuatan Perdamaian Dunia
Prabowo Terima Upacara Kehormatan Kenegaraan di Les Invalides Paris

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:15 WIB

Andrew Panjaitan, S.T. Terpilih Aklamasi Pimpin DPC PJS Kota Pematangsiantar

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:41 WIB

Andrew T. Panjaitan Nahkodai DPC PJS Kota Pematangsiantar, Siap Perkuat Integritas dan Profesionalisme Pers

Senin, 6 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bupati Aceh Singkil Hadiri HLM Aceh 2026, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Sensus Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIB

Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Fokus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:06 WIB

PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Rico Waas Komit Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Soroti Peran Gereja Perkuat Karakter Bangsa

Berita Terbaru