Mengapa Sandera di Gaza Masih Ditahan? Strategi Tekanan Global yang Belum Maksimal

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 10 Agustus 2025 - 22:19 WIB

40246 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Yitzhak Mansdorf.  (Foto : inn)

Dokter Yitzhak Mansdorf. (Foto : inn)

ATAPKOTA.COM, YERUSALEM – “Sandera yang masih ditawan di Gaza bukanlah langkah menuju perdamaian, melainkan hadiah bagi terorisme—pelanggaran hukum internasional dan kegagalan moral,” demikian pernyataan akun Bring Them Home Now dikutip dari inn.

Pesan ini mendapat dukungan luas dari pendukung Israel. Bukan sebagai tuduhan terhadap keluarga korban, melainkan sebagai seruan strategis untuk memusatkan tekanan kepada pihak yang menyandera dan mereka yang membiarkan hal ini terus terjadi.

Beberapa bulan terakhir, narasi sepihak mendominasi pemberitaan internasional. Penderitaan di Gaza sering menjadi sorotan utama, sementara penculikan warga sipil—yang jelas merupakan kejahatan perang—sering kali diabaikan. Suara-suara yang menuntut pembebasan semua sandera terdengar jauh lebih lemah dibandingkan narasi lainnya.

Sementara itu, sejumlah pemimpin Barat terus mendorong pengakuan negara Palestina, meski para sandera masih ditahan. Bahkan pihak yang tidak sependapat dengan analisis ini sekalipun dapat menyetujui satu fakta: perjuangan membentuk kesadaran publik adalah perjuangan membentuk agenda. Dan saat ini, agenda itu kalah.

Penulis menegaskan bahwa ini bukan kesalahan keluarga korban, melainkan seruan strategis bagi semua pihak yang peduli untuk mengubah fokus. Di Israel, protes adalah bagian penting demokrasi dan kerap membawa perubahan positif. Namun di luar negeri, ketika aksi protes dikuasai kelompok ekstremis yang menutupi kekerasan atau mengaburkan tanggung jawab Hamas, kemarahan yang diarahkan ke internal justru melemahkan pesan utama: ada sandera, dan pembebasan mereka harus menjadi prioritas.

Siapa yang Harus Jadi Fokus Tekanan?
Tekanan harus diarahkan kepada pihak-pihak yang memiliki pengaruh langsung terhadap nasib para sandera: Hamas dan para pendukungnya, negara-negara mediator, serta pemerintah Barat yang memiliki leverage diplomatik.

Strategi ini mencakup:

  • Demonstrasi di depan kedutaan besar Qatar, Turki, dan Mesir.

  • Penyebaran pesan yang jelas dalam bahasa target melalui media sosial dan televisi.

  • Koalisi dengan organisasi HAM untuk menuntut akses Palang Merah.

  • Sanksi terhadap individu yang terlibat dalam penyanderaan.

  • Lobi konsisten ke parlemen agar kebijakan luar negeri dikaitkan dengan kemajuan pembebasan sandera.

Prinsip dalam Diplomasi Publik

  • Fokus pada kisah manusia, bukan sekadar isu geopolitik.

  • Sebutkan nama, wajah, dan cerita para sandera.

  • Tekankan bahwa penculikan adalah kejahatan perang yang tidak dapat dinegosiasikan.

  • Tetapkan syarat jelas: setiap langkah politik atau paket bantuan harus bergantung pada pembebasan sandera tanpa syarat.

Penulis menutup dengan menegaskan bahwa di Israel kritik internal akan terus ada, tetapi di hadapan dunia, pesan harus satu: memulangkan sandera adalah ujian moral global. Energi harus diarahkan pada pusat kekuatan yang memiliki kunci pembebasan mereka. (*)

Penulis : Dokter Yitzhak Mansdorf (Penulis adalah peneliti dan pakar psikologi politik di Pusat Urusan Luar Negeri dan Keamanan Yerusalem)

Berita Terkait

Bobby Nasution Apresiasi Kemenangan Timnas U-19, Atmosfer Stadion Sumut Diakui Jadi Kekuatan Tambahan
Sebelum Tinggalkan Paris, Presiden Prabowo Berfoto Bersama Pengawal Prancis di Bandara Orly
Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA dalam Pertemuan Bilateral di Paris
Usai Bertemu Macron dan Jalani Agenda Diplomatik, Prabowo Tinggalkan Paris Menuju Indonesia
Disambut Macron dan Brigitte, Prabowo Ikuti Santap Malam Kenegaraan di Paris
Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis, Bahas Rafale hingga Palestina
Prabowo di Istana Élysée: Indonesia dan Prancis Harus Jadi Kekuatan Perdamaian Dunia
Prabowo Terima Upacara Kehormatan Kenegaraan di Les Invalides Paris

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:15 WIB

Andrew Panjaitan, S.T. Terpilih Aklamasi Pimpin DPC PJS Kota Pematangsiantar

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:41 WIB

Andrew T. Panjaitan Nahkodai DPC PJS Kota Pematangsiantar, Siap Perkuat Integritas dan Profesionalisme Pers

Senin, 6 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bupati Aceh Singkil Hadiri HLM Aceh 2026, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Sensus Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIB

Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Fokus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:06 WIB

PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Rico Waas Komit Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Soroti Peran Gereja Perkuat Karakter Bangsa

Berita Terbaru