ATAPKOTA.COM, MALANG – Kedatangan Yayasan Nurul Huda ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang pada Rabu, 20 Agustus 2025, memang tak tercatat dalam undangan resmi. Namun, langkah itu bak kilatan petir di siang bolong, mengejutkan sekaligus menegaskan keseriusan yayasan dalam mengawal arah kepemimpinan pendidikan di lingkungannya.
Pertemuan tersebut membahas isu krusial: kepemimpinan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di bawah naungan yayasan. Ketua Yayasan, Siti Zulaichoh, dengan nada tegas namun penuh wibawa, menekankan bahwa jabatan rangkap kepala MTs hanya diberi ruang selama dua tahun, yakni 2024 hingga 2025.
“Kesepakatan itu sudah jelas. Kami memberi waktu dua tahun untuk jabatan rangkap, sambil menyiapkan kader baru yang matang dan siap memimpin mulai 2026,” ujar Siti dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan, keputusan itu tidak lahir tiba-tiba. Forum rapat yayasan tahun 2024 telah menorehkan kesepakatan, dan bahkan telah disampaikan pula dalam forum Wilayah Kerja (Wilker). Prinsipnya jelas: regenerasi kepemimpinan harus berjalan, agar madrasah tetap hidup dengan darah segar dari generasi penerus.
Menariknya, dalam forum itu, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Malang, Sonhaji, S.Ag., M.H., turut memberi arahan. Ia menegaskan, Yayasan Nurul Huda harus segera menggelar rapat internal guna menyeleksi dan menentukan kader terbaik yang kelak memimpin lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.
“Jangan tunda lagi. Pilih kader terbaik, agar estafet kepemimpinan berjalan dengan mulus dan penuh berkah,” pesan Sonhaji.
Dengan demikian, keputusan ini tidak sekadar soal jabatan. Lebih dari itu, ia menjadi momentum penting untuk menyalakan api regenerasi. Yayasan Nurul Huda tampak bersiap menyalurkan energi baru, membangun tradisi kepemimpinan berkelanjutan, dan menjaga kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Malang tetap berkilau.
Wartawan : Arifpin setro / red.

































