Peringati Harganas ke-33, Wagub Sumut: Ketangguhan Keluarga Kunci Hadapi Disrupsi Global

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026 - 10:36 WIB

40127 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Senin (29/6/2026).

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Senin (29/6/2026).

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, menegaskan bahwa ketangguhan keluarga merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang. Menurutnya, di tengah pesatnya disrupsi digital dan meningkatnya ancaman di ruang siber, penguatan institusi keluarga menjadi kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Surya saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Surya membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan mengenakan pakaian wastra Nusantara. Ia menegaskan bahwa ketangguhan keluarga bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjaga daya tahan bangsa di tengah perubahan global.

“Ketangguhan keluarga bukanlah sebuah pilihan alternatif yang bisa kita tunda-tunda. Ketangguhan keluarga adalah sebuah keharusan mutlak, sebuah urgensi nasional yang tidak boleh ditawar lagi jika kita ingin bangsa ini tetap berdiri tegak di tengah badai perubahan global,” tegas Surya.

Surya menjelaskan, Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif, yakni 15 hingga 64 tahun. Menurutnya, kondisi tersebut harus dikelola secara tepat agar menjadi peluang mempercepat pembangunan, bukan justru memunculkan persoalan sosial seperti meningkatnya pengangguran dan kriminalitas.

Untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, ia menyampaikan tiga pilar utama pembangunan keluarga. Pertama, mempercepat penurunan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kedua, mengembalikan fungsi keluarga sebagai tempat pertama menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan kedisiplinan. Ketiga, menjadikan keluarga sebagai ruang yang aman dan nyaman secara emosional agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.

Dalam amanatnya, Surya juga menyoroti pentingnya peran ayah dalam proses pengasuhan anak. Ia menekankan bahwa tanggung jawab seorang ayah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup kehadiran secara emosional dan psikologis dalam kehidupan keluarga.

Ia mengingatkan adanya fenomena fatherless country, yaitu kondisi ketika seorang ayah hadir secara fisik di rumah, tetapi minim keterlibatan dalam perkembangan dan kehidupan anak.

“Wahai para ayah, letakkan gawai Anda saat berada di rumah. Peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dengarkan keluh kesah mereka, dan jadilah sahabat terbaik bagi mereka. Jangan biarkan meja makan kita sunyi dari obrolan karena semua anggota keluarga sibuk menatap layar telepon genggam masing-masing,” ujarnya.

Surya juga menilai lemahnya pengasuhan di lingkungan keluarga serta penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat berkontribusi terhadap munculnya berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, seperti tawuran, perundungan, keterlibatan dalam geng motor, perilaku seksual berisiko, hingga penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa fungsi keluarga sebagai tempat pembentukan karakter harus terus diperkuat.

“Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan infrastruktur yang megah jika generasi yang mewarisinya rapuh secara moral dan mental,” kata Surya. (AP/red)

Berita Terkait

Pemutakhiran Data Keluarga 2026 Dimulai, Simalungun Jadi Lokasi Launching Program Sumut
8.255 Penerima Manfaat Terima Makanan, Polres Simalungun Uji Keamanan Pangan di 3 SPPG
Cegah Kekerasan, TPPO, dan Perkawinan Anak, Pemkab Simalungun Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor
DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun
Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026
Seskab Teddy: 253 Ton Logistik Telah Dikirim untuk Warga Terdampak Bencana di NTT
Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat
Pameran “Prahara Pulau Emas” Digelar di Medan, Wali Kota Soroti Kekuatan Foto Jurnalistik

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Pemutakhiran Data Keluarga 2026 Dimulai, Simalungun Jadi Lokasi Launching Program Sumut

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:53 WIB

8.255 Penerima Manfaat Terima Makanan, Polres Simalungun Uji Keamanan Pangan di 3 SPPG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Cegah Kekerasan, TPPO, dan Perkawinan Anak, Pemkab Simalungun Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:30 WIB

DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:43 WIB

Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Pameran “Prahara Pulau Emas” Digelar di Medan, Wali Kota Soroti Kekuatan Foto Jurnalistik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Polisi Cilik Binaan Polres Simalungun Raih Perhatian Bupati Lewat Aksi Baris-Berbaris

Berita Terbaru