ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Kepala SMKN Taman Fajar, Azwar, diduga melakukan praktik manipulasi absensi dalam kegiatan pelatihan pembelajaran koding. Dugaan ini mencuat setelah sejumlah guru mengaku hanya mengikuti pelatihan setengah hari, namun diminta menandatangani daftar hadir selama empat hari.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kejanggalan tersebut.
“Kami hanya mengikuti pelatihan setengah hari, tapi diminta teken absen empat hari. Ini sangat tidak adil dan membuat kami merasa tidak dihargai,” ujarnya kepada wartawan.
Guru tersebut menambahkan, dalam pertemuan itu Azwar sempat menyampaikan ancaman halus.
“Kalau tidak mau absen empat kali, gak masalah. Tapi jangan harap dapat dana transport Rp 50.000,” ucapnya menirukan perkataan kepala sekolah.
Beberapa hari setelah pelatihan, Azwar mengirim sertifikat ke grup internal. Namun, dalam sertifikat tercantum bahwa kegiatan berlangsung selama empat hari penuh.
Sementara itu, salah satu pemateri sekaligus pengawas SMK, Erliadi ST MT, membenarkan bahwa pelatihan hanya dilaksanakan satu hari.
“Ya, benar. Kegiatan itu cuma satu hari,” katanya singkat.
Praktik ini memunculkan pertanyaan mengenai integritas dan transparansi pengelolaan sekolah. Dugaan keuntungan finansial melalui laporan kehadiran penuh semakin menguat.
Di sisi lain, setiap kali wartawan mencoba menemui Azwar di sekolah, ia kerap tidak berada di tempat. Guru-guru pun memilih menghindar karena takut diwawancarai.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kepala SMKN Taman Fajar, Azwar, melalui telepon seluler belum berhasil. (*)

































