ATAPKOTA.COM, MADIUN – Melalui Posyandu ILP yang dilaksanakan di SMP PGRI 1 Bantur, Desa Srigonco, Kepala Puskesmas Bantur Ns. Suebagijono, S.Kep., M.M.Kes., menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, terintegrasi, dan berkelanjutan pada Kamis, (28/8/2025).
Kegiatan ini menjadi kolaborasi strategis antara tenaga kesehatan, kader kesehatan, guru, dan siswa. Bersama-sama, mereka tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, tetapi juga menyiapkan generasi tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin memastikan siswa sehat, berdaya, dan terlindungi dari risiko gaya hidup berbahaya,” ujar salah satu guru kepada awak media.
Fokus utama kegiatan ini antara lain; Skrining kesehatan siswa untuk deteksi dini potensi masalah kesehatan, Penyuluhan bahaya NAPZA dan skrining perilaku merokok sebagai langkah preventif agar remaja terhindar dari gaya hidup berisiko, Kaderisasi berjenjang sebagai investasi jangka panjang.
Dalam sistem kaderisasi ini, tenaga kesehatan tidak hanya memberi layanan, tetapi juga menyalurkan ilmu, pendampingan, dan standar pelayanan. Mereka menjadi penggerak di lapangan sekaligus pendamping masyarakat.
Kader remaja (siswa) pun dibina sebagai agen perubahan di sekolah. Sejak dini, mereka diarahkan memiliki kesadaran dan kepemimpinan dalam menjaga kesehatan diri, teman sebaya, dan lingkungan sekitar.
Dengan cara ini, pengetahuan kesehatan tidak berhenti di satu titik, melainkan mengalir lintas generasi.
Posyandu ILP bukan sekadar program kesehatan, melainkan gerakan bersama yang selaras dengan agenda nasional mewujudkan Indonesia Sehat, Indonesia Emas 2045.
Karena menjaga kesehatan remaja berarti menjaga masa depan bangsa.
Wartawan : Arifpin Setro/red.

































