Seruan aksi Gerakan Rakyat Aceh Menggugat, Tuntut Usut Kasus Korupsi dan Konflik Agraria

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 9 September 2025 - 14:07 WIB

40136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Ratusan massa yang menamakan dirinya Gerakan Aceh Menggugat akan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRK dan Kantor Bupati Aceh Timur, pada hari Selasa (16/9/2025).

Aksi ini menyoroti dugaan korupsi, pengelolaan dana CSR PT Medco, serta penyalahgunaan dana desa.

Koordinator lapangan aksi, Supriadi, menjelaskan bahwa demonstrasi ini diinisiasi oleh BAI (Badan Advokasi Indonesia) Aceh Timur, LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia), GPK (Gerakan Pejuang Keadilan), dan FKPPA (Forum Komunikasi Perjuangan dan Perdamaian Aceh). Menurutnya, massa berasal dari berbagai pelosok desa.

“Gerakan ini lahir dari suara rakyat miskin desa yang sudah lama dikecewakan. Kami menuntut keadilan dan transparansi di Aceh Timur,” tegas Supriadi, Selasa, (9/9/2025) kepada wartawan ATAPKOTA.

Massa aksi akan berkumpul di JSC Idi pada pukul 09.00 WIB. Setelah itu, mereka bergerak menuju kantor DPRK dan kantor bupati. Reza Supridar bertindak sebagai korlap, sementara Masri menjadi koordinator aksi sekaligus penanggung jawab.

Gerakan Aceh Menggugat membawa 11 tuntutan, di antaranya:

  • Membentuk pansus tata kelola lingkungan serta mengaudit dana CSR PT Medco E&P Malaka.
  • Mendesak DPRK menyurati KPK terkait dugaan korupsi di Aceh Timur.
  • Meminta aparat menindak judi online.
  • Mengusut korupsi di PT Beurata Maju, PT Wajar Korpora, dan PDAM Tirta Persada.
  • Menyelesaikan konflik agraria dengan mengukur ulang lahan HGU.
  • Mengusut pelanggaran HAM PT Bumi Flora dan tragedi Krueng Ara Kundo.

“Semua tuntutan ini demi rakyat Aceh Timur yang selama ini dirugikan oleh kebijakan tidak adil dan praktik korupsi,” pungkas Supriadi. (Has/red)

Berita Terkait

1.115 Warga Disebut Dukung Investasi, Tokoh Beutong Ateuh Sampaikan Aspirasi ke Komisi III DPR
Aktivis HAM Aceh Desak Pemerintah Pusat dan Aceh Segera Ciptakan Lapangan Kerja Pascabencana
24 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Fasilitas SMAN 1 Pulau Banyak Memprihatinkan, Asrama Bak Sarang hantu
Kapolda Aceh Tekankan Perencanaan Polri Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat
Ketua LSM CAPA Aceh Tantang Konsultan Pengawas Buktikan Spesifikasi Rehabilitasi SDN Dring Tujoh Nagan Raya
Final Simpang Kanan Cup I 2026 Digelar Malam Ini, Empat Tim Berebut Gelar Juara
Jembatan Gantung Kendawi Capai 80 Persen, Ditargetkan Beroperasi 16 Agustus 2026
Wapres Gibran Spontan Singgah di SDN 11 Jangka, Sapa Siswa dan Tinjau Keluhan Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Jumat Keliling di Masjid Raya Al-Mashun, Sonny Irawan Tekankan Bahaya Narkoba

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Usai Dilantik, Wamen Kabinet Merah Putih Siap Perkuat Program Strategis Pemerintah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Sumut Temui Dankodaeral I Belawan, Perkuat Sinergi TNI-Polri

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Sumut Sonny Irawan Temui Danlanud Soewondo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Kualitas Udara Sumut Memburuk, Sekolah Terdampak Bisa Terapkan Pembelajaran Daring

Berita Terbaru