GMRI Bahas Krisis Moral Bangsa, Politik Global, dan Catatan Sri Eko tentang Jokowi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:17 WIB

40122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Sri Eko Sriyanto Galgendu saat berkunjung  khusus kepada Wakil Kepala Badan Percepatan  Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule,

Sri Eko Sriyanto Galgendu saat berkunjung khusus kepada Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule,

ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Diskusi rutin Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) kembali digelar di Sekretariat GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jakarta Pusat, Kamis-Senin (2/10/2025). Berbagai topik krusial dibahas, mulai dari kerusakan moral bangsa, peran pemimpin spiritual, hingga dinamika politik nasional dan global.

Usai kunjungan khusus kepada Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule, Sri Eko Sriyanto Galgendu menyampaikan banyak masukan yang diterimanya. Pandangan tersebut menurutnya dapat menjadi rujukan untuk mencari alternatif solusi bagi masa depan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Sebagai salah satu Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Iwan Sumule dikenal memiliki sikap kritis. Kedekatannya dengan Sri Eko juga diwarnai humor segar. Sri Eko menuturkan, Iwan kerap berseloroh bahwa sering menyantap menu Ayam Ancur — usaha kuliner khas milik Sri Eko — akan membawanya masuk Istana.

Dalam forum GMRI, Sri Eko menegaskan kembali keprihatinannya atas krisis etika, moral, dan akhlak bangsa. Menurutnya, kerusakan moral tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan politik. “Masalah ini berada di wilayah spiritual, sehingga hanya pemimpin spiritual yang bisa memimpin proses pemulihan. Namun, pemimpin politik juga harus ikut bertanggung jawab, tidak hanya kepada umat, tetapi juga kepada Tuhan,” tegasnya.

Hadir dalam diskusi tersebut aktivis senior PDIP Yuni, Joyo Yudhantoro, dan Wowok Prabowo. Bahasan kemudian meluas hingga memasuki refleksi sejarah kejayaan Majapahit dan Kitab Negara Kertagama sebagai acuan tujuan berbangsa dan bernegara.

Sri Eko menilai, kejayaan Majapahit menjadi teladan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kesejahteraan rakyat. Ia mengingatkan, penghasilan rakyat pada masa itu rata-rata di atas standar, sebuah kondisi yang relevan untuk dijadikan inspirasi masa kini.

Sri Eko, putra asli Nusukan, Solo, juga menyinggung pengalamannya sejak awal pembangunan Pasar Nusukan yang melibatkan Joko Widodo sebelum menjadi Wali Kota Solo. Ia mengaku banyak terlibat pada masa awal Jokowi masuk politik, meski kemudian tersisih. “Pengetahuan saya tentang Jokowi bukan hanya sebatas pembangunan Pasar Nusukan, tetapi juga siapa dirinya sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, sosok Jokowi kini selalu menjadi topik hangat dalam berbagai aksi unjuk rasa. Hal itu menunjukkan adanya jurang persepsi antara citra lama dan realitas politik saat ini.

Diskusi GMRI juga menyentuh perubahan politik global yang berdampak pada Indonesia. Pergantian wakil presiden hingga spekulasi politik menjelang peringatan Hari TNI ke-80 turut memanaskan suasana perbincangan.

Forum yang berlangsung santai namun serius ini kembali menegaskan posisi GMRI sebagai ruang refleksi moral dan politik bangsa. Bagi Sri Eko, jalan rekonsiliasi etika dan spiritual adalah fondasi mutlak agar Indonesia mampu menghadapi tantangan masa depan. (Jacob Ereste)

Berita Terkait

Bupati Aceh Singkil Hadiri HLM Aceh 2026, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Sensus Ekonomi
Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Fokus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian
Dari Danau Toba untuk Indonesia, Bupati Samosir dan Wagub Papua Selatan Perkuat Sinergi Budaya
PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Rico Waas Komit Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI
Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Soroti Peran Gereja Perkuat Karakter Bangsa
Setelah Dilaporkan Hilang, Lansia 78 Tahun Ditemukan Meninggal di Areal PTPN IV Simalungun

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bupati Aceh Singkil Hadiri HLM Aceh 2026, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Sensus Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIB

Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Fokus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dari Danau Toba untuk Indonesia, Bupati Samosir dan Wagub Papua Selatan Perkuat Sinergi Budaya

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:06 WIB

PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Soroti Peran Gereja Perkuat Karakter Bangsa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:40 WIB

Setelah Dilaporkan Hilang, Lansia 78 Tahun Ditemukan Meninggal di Areal PTPN IV Simalungun

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ariston Tua Sidauruk: Pesta Bolon Sagala Raja Pererat Persatuan dan Dorong Pelestarian Budaya Batak

Berita Terbaru