GMRI Bahas Krisis Moral Bangsa, Politik Global, dan Catatan Sri Eko tentang Jokowi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:17 WIB

40134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Sri Eko Sriyanto Galgendu saat berkunjung  khusus kepada Wakil Kepala Badan Percepatan  Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule,

Sri Eko Sriyanto Galgendu saat berkunjung khusus kepada Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule,

ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Diskusi rutin Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) kembali digelar di Sekretariat GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jakarta Pusat, Kamis-Senin (2/10/2025). Berbagai topik krusial dibahas, mulai dari kerusakan moral bangsa, peran pemimpin spiritual, hingga dinamika politik nasional dan global.

Usai kunjungan khusus kepada Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Iwan Sumule, Sri Eko Sriyanto Galgendu menyampaikan banyak masukan yang diterimanya. Pandangan tersebut menurutnya dapat menjadi rujukan untuk mencari alternatif solusi bagi masa depan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Sebagai salah satu Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Iwan Sumule dikenal memiliki sikap kritis. Kedekatannya dengan Sri Eko juga diwarnai humor segar. Sri Eko menuturkan, Iwan kerap berseloroh bahwa sering menyantap menu Ayam Ancur — usaha kuliner khas milik Sri Eko — akan membawanya masuk Istana.

Dalam forum GMRI, Sri Eko menegaskan kembali keprihatinannya atas krisis etika, moral, dan akhlak bangsa. Menurutnya, kerusakan moral tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan politik. “Masalah ini berada di wilayah spiritual, sehingga hanya pemimpin spiritual yang bisa memimpin proses pemulihan. Namun, pemimpin politik juga harus ikut bertanggung jawab, tidak hanya kepada umat, tetapi juga kepada Tuhan,” tegasnya.

Hadir dalam diskusi tersebut aktivis senior PDIP Yuni, Joyo Yudhantoro, dan Wowok Prabowo. Bahasan kemudian meluas hingga memasuki refleksi sejarah kejayaan Majapahit dan Kitab Negara Kertagama sebagai acuan tujuan berbangsa dan bernegara.

Sri Eko menilai, kejayaan Majapahit menjadi teladan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kesejahteraan rakyat. Ia mengingatkan, penghasilan rakyat pada masa itu rata-rata di atas standar, sebuah kondisi yang relevan untuk dijadikan inspirasi masa kini.

Sri Eko, putra asli Nusukan, Solo, juga menyinggung pengalamannya sejak awal pembangunan Pasar Nusukan yang melibatkan Joko Widodo sebelum menjadi Wali Kota Solo. Ia mengaku banyak terlibat pada masa awal Jokowi masuk politik, meski kemudian tersisih. “Pengetahuan saya tentang Jokowi bukan hanya sebatas pembangunan Pasar Nusukan, tetapi juga siapa dirinya sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, sosok Jokowi kini selalu menjadi topik hangat dalam berbagai aksi unjuk rasa. Hal itu menunjukkan adanya jurang persepsi antara citra lama dan realitas politik saat ini.

Diskusi GMRI juga menyentuh perubahan politik global yang berdampak pada Indonesia. Pergantian wakil presiden hingga spekulasi politik menjelang peringatan Hari TNI ke-80 turut memanaskan suasana perbincangan.

Forum yang berlangsung santai namun serius ini kembali menegaskan posisi GMRI sebagai ruang refleksi moral dan politik bangsa. Bagi Sri Eko, jalan rekonsiliasi etika dan spiritual adalah fondasi mutlak agar Indonesia mampu menghadapi tantangan masa depan. (Jacob Ereste)

Berita Terkait

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan
Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru