Jacob Ereste: Jalan Spiritual untuk Membaca Ayat Langit, Ayat Bumi, dan Ayat di Dalam Diri

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 17:48 WIB

40431 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste

Jacob Ereste

ATAPKOTA.COM, BANTEN – Jacob Ereste menegaskan pentingnya jalan spiritual sebagai cara membaca ayat-ayat langit, bumi, dan ayat dalam diri manusia sendiri. Ia menilai, perjalanan spiritual bukan sekadar pencarian makna religius, tetapi juga usaha menghindari gaya hidup agnostik yang kini semakin meluas.

Banyak orang menganggap ajakan untuk menjelajahi wilayah spiritual sebagai desakan untuk memperdalam pemahaman agama. Namun, menurut Jacob, hal itu justru menjadi kebutuhan moral agar manusia tidak kehilangan arah. Ia menekankan, agama tidak boleh berhenti pada identitas administratif, tetapi harus hadir sebagai kebutuhan spiritual untuk menjaga etika dan akhlak mulia.

Fenomena agnostik kini kian marak. Kaum muda yang lahir antara tahun 1990 hingga 2000 sering kali merasa terjebak dalam kebebasan tanpa batas. Mereka percaya pada Tuhan, tetapi enggan menjalankan ritual agama karena menganggapnya membatasi ruang sosial dan kebudayaan. Arus globalisasi serta teknologi mutakhir memperkuat gejala ini, sebab dunia modern menawarkan kenyamanan, kecepatan, dan kepraktisan yang membuat manusia abai terhadap kebutuhan batin.

Krisis citra agama kian menajam. Karena itu, gerakan kesadaran spiritual kini menjadi alternatif jalan tengah bagi berbagai pemeluk agama. Jacob melihat kebangkitan spiritual sebagai upaya mengembalikan agama kepada wajah aslinya—jujur, damai, dan inklusif. Menurutnya, nilai kemanusiaan harus menjadi inti dari praktik keagamaan agar cinta terhadap sesama dan alam kembali hidup.

Penelusuran Atlantika Institut Nusantara menyimpulkan, gejala agnostik muncul sebagai reaksi atas kemunafikan dan kekerasan yang sering terjadi atas nama agama. Tantangan terbesar kini adalah bagaimana agama mampu menampilkan wajah jujur dan humanis di tengah dunia yang semakin materialistik.

Jacob menilai, lunturnya nilai spiritual menyebabkan banyak manusia terjebak dalam tekanan psikologis dan depresi berkepanjangan. Kebutuhan hidup yang tak pernah terasa cukup, gaya hidup materialistik, dan sikap hedonistik membuat manusia kehilangan rasa syukur. Kekayaan berlimpah tidak lagi menghadirkan ketenangan, karena kesederhanaan telah tergilas oleh ambisi pamer dan gengsi semu.

Sindiran populer yang menyebut sila pertama Pancasila berubah dari Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi Keuangan Yang Maha Kuasa menggambarkan realitas sosial kita. Jacob menilai, fenomena ini mencerminkan dominasi nilai material atas nilai spiritual yang seharusnya tetap menjadi fondasi kehidupan bangsa.

Dalam pandangannya, masyarakat kini berada di persimpangan antara agnostik dan spiritual. Di era teknologi supermodern, kebingungan ini kian besar karena akal manusia sering gagal memahami loncatan pengetahuan yang begitu cepat. Meski demikian, Jacob percaya, jalan spiritual tetap menjadi penuntun rasional untuk kembali kepada Tuhan. Ia menegaskan, manusia harus belajar membaca tiga ayat kehidupan: ayat langit, ayat bumi, dan ayat dalam diri sendiri—sebagai tanda kebesaran Sang Pencipta. (RAP)

Berita Terkait

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter
Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan
Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai
Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM
Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja
Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying
ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:37 WIB

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Bobby Nasution Tawarkan Potensi Investasi Sumut ke Jepang, Soroti SDM dan Hasil Laut Nias

Berita Terbaru