Pemerintah Tambah Kuota 5.000 Rumah untuk Sumatera Utara, Bobby Nasution: Kita Harus Optimistis

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:20 WIB

40274 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Musa Rajekshah mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Center Jalan Adam Malik, Medan, Kamis (9/10/2025).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Musa Rajekshah mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Center Jalan Adam Malik, Medan, Kamis (9/10/2025).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Kabar gembira datang bagi masyarakat Sumatera Utara. Pemerintah pusat resmi menambah kuota Program Tiga Juta Rumah untuk provinsi ini sebanyak 5.000 unit. Tambahan tersebut membuat total kuota Sumut meningkat dari 15.000 menjadi 20.000 unit pada tahun ini.

Keputusan itu disetujui langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait setelah Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengusulkan peningkatan kuota untuk tahun depan. Namun, Maruarar memutuskan tidak menunggu lama dan memberikan tambahan itu segera untuk tahun ini.

Pengumuman tambahan kuota itu disampaikan dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Centre, Jalan Adam Malik, Medan, Kamis (9/10/2025).

“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang langsung menambah kuota 5.000 unit tahun ini. Developer, kontraktor, hingga pemasok bahan bangunan semuanya siap. Karena itu, kita harus optimistis target ini bisa tercapai,” kata Bobby Nasution usai acara.

Menurut Bobby, kesenjangan antara kebutuhan rumah dengan ketersediaan (backlog) di Sumatera Utara masih tinggi, mencapai 938.217 rumah tangga. Karena itu, ia menilai tambahan kuota ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan hunian layak bagi masyarakat.

“Backlog kita masih tinggi. Banyak masyarakat belum memiliki rumah, bahkan ada yang belum layak huni. Karena itu, kita harus bergerak cepat agar warga bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Waktu tinggal tiga bulan lagi, jadi harus kompak. Nanti Pak Gubernur bantu soal perizinan, bank bantu soal pendanaan, dan semua pihak harus bergerak bersama,” ujar Maruarar.

Ia juga menegaskan bahwa Program Tiga Juta Rumah tidak sekadar menyediakan hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekosistem pembangunan yang solid.

“Program ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas — mulai dari penjual material, kontraktor, developer, hingga perbankan. Bahkan, Bank BRI kini mempermudah UMKM konstruksi mengakses pendanaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai sektor perumahan memiliki efek ganda terhadap perekonomian nasional.

“Program Tiga Juta Rumah berkontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, program ini juga melibatkan banyak sektor — dari pemerintah daerah, swasta, hingga masyarakat,” kata Tito.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Musa Rajekshah, CEO BRI Group Hery Gunadi, unsur Forkopimda Sumut, serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut, pengembang, kontraktor, pemasok bahan bangunan, dan pelaku UMKM sektor konstruksi.

Dengan tambahan kuota ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis dapat mempercepat realisasi hunian layak bagi masyarakat dan sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah secara berkelanjutan. (RAP)

Berita Terkait

Kualitas Udara Sumut Memburuk, Sekolah Terdampak Bisa Terapkan Pembelajaran Daring
Prabowo Terima Laporan Bahlil soal Gangguan Listrik dan Distribusi BBM di Bali
Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Percepatan Panel Surya 100 GW Jadi Fokus
Dinkes Pematangsiantar Bagikan Masker dan Ingatkan Bahaya Asap Karhutla
Kapolda Sumut Sonny Irawan Temui PWNU, Ajak Ulama Jaga Kerukunan
PJS Undang Zulkifli Hasan Buka Rakernas III di Batam, Kehadiran Belum Dipastikan
Pemko Medan Percepat Aslinmas, Satlinmas Baru Ada di 42 Kelurahan
232 SPPG Diresmikan di Sumut, 59 Berada di Wilayah 3T

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Kualitas Udara Sumut Memburuk, Sekolah Terdampak Bisa Terapkan Pembelajaran Daring

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Prabowo Terima Laporan Bahlil soal Gangguan Listrik dan Distribusi BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Percepatan Panel Surya 100 GW Jadi Fokus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Dinkes Pematangsiantar Bagikan Masker dan Ingatkan Bahaya Asap Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Kapolda Sumut Sonny Irawan Temui PWNU, Ajak Ulama Jaga Kerukunan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pemko Medan Percepat Aslinmas, Satlinmas Baru Ada di 42 Kelurahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:58 WIB

232 SPPG Diresmikan di Sumut, 59 Berada di Wilayah 3T

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Palembang, Sopir Ditangkap Usai Dikejar

Berita Terbaru