Pemerintah Tambah Kuota 5.000 Rumah untuk Sumatera Utara, Bobby Nasution: Kita Harus Optimistis

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:20 WIB

40262 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Musa Rajekshah mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Center Jalan Adam Malik, Medan, Kamis (9/10/2025).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Musa Rajekshah mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Center Jalan Adam Malik, Medan, Kamis (9/10/2025).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Kabar gembira datang bagi masyarakat Sumatera Utara. Pemerintah pusat resmi menambah kuota Program Tiga Juta Rumah untuk provinsi ini sebanyak 5.000 unit. Tambahan tersebut membuat total kuota Sumut meningkat dari 15.000 menjadi 20.000 unit pada tahun ini.

Keputusan itu disetujui langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait setelah Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengusulkan peningkatan kuota untuk tahun depan. Namun, Maruarar memutuskan tidak menunggu lama dan memberikan tambahan itu segera untuk tahun ini.

Pengumuman tambahan kuota itu disampaikan dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Centre, Jalan Adam Malik, Medan, Kamis (9/10/2025).

“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang langsung menambah kuota 5.000 unit tahun ini. Developer, kontraktor, hingga pemasok bahan bangunan semuanya siap. Karena itu, kita harus optimistis target ini bisa tercapai,” kata Bobby Nasution usai acara.

Menurut Bobby, kesenjangan antara kebutuhan rumah dengan ketersediaan (backlog) di Sumatera Utara masih tinggi, mencapai 938.217 rumah tangga. Karena itu, ia menilai tambahan kuota ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan hunian layak bagi masyarakat.

“Backlog kita masih tinggi. Banyak masyarakat belum memiliki rumah, bahkan ada yang belum layak huni. Karena itu, kita harus bergerak cepat agar warga bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Waktu tinggal tiga bulan lagi, jadi harus kompak. Nanti Pak Gubernur bantu soal perizinan, bank bantu soal pendanaan, dan semua pihak harus bergerak bersama,” ujar Maruarar.

Ia juga menegaskan bahwa Program Tiga Juta Rumah tidak sekadar menyediakan hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekosistem pembangunan yang solid.

“Program ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas — mulai dari penjual material, kontraktor, developer, hingga perbankan. Bahkan, Bank BRI kini mempermudah UMKM konstruksi mengakses pendanaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai sektor perumahan memiliki efek ganda terhadap perekonomian nasional.

“Program Tiga Juta Rumah berkontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, program ini juga melibatkan banyak sektor — dari pemerintah daerah, swasta, hingga masyarakat,” kata Tito.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Musa Rajekshah, CEO BRI Group Hery Gunadi, unsur Forkopimda Sumut, serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut, pengembang, kontraktor, pemasok bahan bangunan, dan pelaku UMKM sektor konstruksi.

Dengan tambahan kuota ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis dapat mempercepat realisasi hunian layak bagi masyarakat dan sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah secara berkelanjutan. (RAP)

Berita Terkait

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal
Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung
Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik
CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias
HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat
HUT ke-33 RS H Adam Malik, Wagub Sumut Surya Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga
Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK
Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:30 WIB

CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:16 WIB

HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Festival Sungai Asahan Dibuka Bupati Taufik, Sungai Jadi Perhatian untuk Wisata dan Ekonomi Warga

Berita Terbaru