ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Setelah pemberitaan dan tindak lanjut cepat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Perum Bulog Cabang Langsa akhirnya mulai menyerap gabah kering panen milik petani dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini diambil setelah Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur mengirimkan surat resmi kepada Bulog Langsa agar segera melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Timur, Sofyan, S.E., M.A.P., membenarkan langkah cepat tersebut setelah pihaknya berkoordinasi langsung dengan Kepala Bulog Cabang Langsa.
“Setelah kami konfirmasi dengan Kepala Bulog Cabang Langsa, mulai hari ini Bulog telah menyerap gabah kering panen petani sesuai HPP Rp6.500 per kilogram,” kata Sofyan, Jumat (31/10/2025).
Sebelumnya, tim Dinas Ketahanan Pangan melakukan pemantauan ke sejumlah daerah sentra produksi padi di Kecamatan Simpang Ulim, Madat, dan Pantee Bidari. Dari hasil monitoring, harga gabah di tingkat petani sempat berada di bawah HPP, berkisar antara Rp6.300 hingga Rp6.400 per kilogram.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan langsung mengirim surat kepada Bulog Langsa untuk memastikan adanya penyerapan gabah sesuai kebijakan pemerintah.
“Kami berharap langkah cepat ini membantu petani memperoleh harga jual yang layak serta menjaga kestabilan ekonomi sektor pangan di Aceh Timur,” tambah Sofyan.
Selain berkoordinasi, tim Dinas Pangan juga turun langsung ke lapangan untuk memantau proses panen dan berdialog dengan kelompok tani serta pengumpul gabah. Para petani menyambut baik langkah pemerintah daerah dan Bulog yang cepat tanggap terhadap kondisi pasar.
Kebijakan penyerapan gabah sesuai HPP ini diharapkan terus berlanjut hingga seluruh hasil panen raya di Aceh Timur terserap dengan harga stabil dan menguntungkan bagi petani. (HAS/red)
































