ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh pada Senin, 10 November 2025, bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan.
Upacara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang ditetapkan pada 6 November 2025. Kegiatan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Di Istana Negara, foto ke-10 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan ditempatkan berdampingan. Di antara mereka tampak Tuan Rondahaim Saragih Garingging, Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto, dan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Tuan Rondahaim Saragih Garingging lahir di Simalungun pada tahun 1828. Ia merupakan keturunan bangsawan Batak dan menjabat sebagai Raja Raya Simalungun ke-14 pada abad ke-19. Gelar kehormatannya, Nabajan, mencerminkan perannya sebagai pemimpin diplomatik dan tokoh adat yang disegani.
Sejak muda, Rondahaim dikenal sebagai pemimpin visioner yang memperjuangkan persatuan antar-kerajaan Batak yang kerap terpecah akibat adat dan konflik wilayah. Ia memadukan pengetahuan adat, politik, dan strategi perang tradisional untuk menghadapi penjajahan Belanda. Karena kecerdasannya dalam taktik gerilya, masyarakat Simalungun menjulukinya “Napoleon-nya Orang Batak.”
Saat kolonial Belanda memperluas kekuasaan di Sumatera Utara melalui politik devide et impera, Rondahaim menggalang perlawanan besar. Ia menyatukan kekuatan para raja di wilayah Simalungun — Siantar, Bandar, Sidamanik, Tanah Jawa, Pane, Raya, Purba, Silimakuta, dan Dolok Silau serta menginisiasi pertemuan rahasia antar-kerajaan untuk membangun front bersama melawan penjajahan.
Dengan strategi gerilya, Rondahaim memimpin serangan di hutan-hutan pegunungan, memutus jalur logistik musuh, dan melindungi rakyat dari pajak paksa maupun kerja rodi.
Bahkan, perlawanan itu meluas hingga Sumatera Timur dan Aceh, melalui koordinasi dengan pejuang lain yang sama-sama menentang dominasi kolonial.
Atas jasa dan pengorbanannya, ia sebelumnya telah menerima Bintang Jasa Utama berdasarkan Keppres Nomor 077/TK/Tahun 1999, tertanggal 13 Agustus 1999.
Namun, pengakuan resmi sebagai Pahlawan Nasional baru terealisasi pada tahun 2025 setelah melalui proses panjang sejak usulan pertama pada 2010.
Nama Rondahaim akhirnya disetujui oleh Tim Peneliti, Pengkaji, dan Pengembangan Gelar Pahlawan Nasional (TP2GP) Kementerian Sosial pada Maret 2025 dan diumumkan bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Daftar Lengkap 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025
- KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
- Jenderal Besar TNI Soeharto – Jawa Tengah
- Marsinah – Jawa Timur
- Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
- Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
- Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
- Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
- Tuan Rondahaim Saragih Garingging – Sumatera Utara
- Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
Upacara penganugerahan juga dihadiri keluarga para pahlawan dan perwakilan daerah. Presiden Prabowo menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi momentum memperkuat semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para tokoh bangsa dari berbagai daerah di Indonesia. (Larsen/red)


































