BNN Ajak 4.800 Mahasiswa Baru UPNVJ Bela Negara dengan Menolak Narkoba

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:20 WIB

4020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, mengajak 4.800 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) ikut membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika melalui semangat bela negara. Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertema “Generasi Bersih: Bela Negara Tanpa Narkoba” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, BNN mendorong mahasiswa tidak hanya memahami bahaya narkotika, tetapi juga mengambil peran dalam upaya pencegahan di lingkungan masing-masing.

Tema kuliah umum tersebut sejalan dengan identitas UPNVJ sebagai kampus bela negara serta tema PKKMB 2026, yaitu “Muda Berkarakter, Bela Negara Berdampak Nyata untuk Bangsa.”

Suyudi mengatakan, semangat bela negara dalam menghadapi ancaman narkotika dapat diwujudkan melalui keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga lingkungan dari pengaruhnya.

“Dalam konteks narkotika, bela negara bagi generasi muda bukan lagi tentang mengangkat senjata, melainkan kemampuan untuk secara tegas berkata tidak pada narkotika,” tegas Suyudi.

Menurut Suyudi, ancaman narkotika terus berkembang dan tidak lagi terbatas pada pola peredaran konvensional. Kejahatan narkotika dapat memanfaatkan teknologi digital, jaringan logistik, sistem keuangan, hingga ruang digital untuk menjalankan aktivitasnya.

Dalam paparannya, Suyudi menyampaikan data prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada periode 2023–2025 yang mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk. Kelompok usia 15–24 tahun juga menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian, dengan prevalensi yang disebut mencapai 2,53 persen.

Selain peredaran narkotika konvensional, mahasiswa juga mendapat pemaparan mengenai perkembangan new psychoactive substances (NPS) serta temuan zat tertentu dalam cairan rokok elektrik atau vape.

BNN, menurut paparan tersebut, telah menguji 341 sampel cairan vape dan menemukan sejumlah sampel yang mengandung zat berbahaya, di antaranya synthetic cannabinoid, metamfetamin, dan etomidate.

Suyudi menekankan, ancaman narkotika tidak hanya berkaitan dengan kesehatan individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena generasi muda merupakan bagian penting dalam pemanfaatan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Karena itu, menurut Suyudi, upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkotika perlu dilakukan secara bersama-sama. BNN tidak hanya mengedepankan pemberantasan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dari hulu.

BNN menjalankan strategi penanggulangan melalui lima pilar, yakni pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi. Strategi tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan Integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (IKAN), peningkatan layanan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan ekosistem Bersinar di berbagai lingkungan.

Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Peran tersebut dapat dilakukan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk dapat menjadi agent of change, agent of prevention, social control, dan future leader,” ujar Suyudi.

Ia berharap 4.800 mahasiswa baru UPNVJ dapat mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan menyampaikan pesan antinarkotika di lingkungan pertemanan, keluarga, dan masyarakat.

Suyudi menegaskan bahwa menghadapi ancaman narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa. Menurutnya, semakin kuat ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika, semakin besar pula peluang untuk menjaga kualitas generasi muda Indonesia.(AP/red)

Berita Terkait

1.179 Pramuka Sumut Berangkat ke Jamnas XII, Bobby Nasution Titip Pesan Kekompakan
Penonaktifan Lurah Aur dan Camat Medan Timur, Akademisi Nilai Konsistensi Reformasi Birokrasi Diuji
Ketua TP PKK Asahan Pantau Persiapan Lomba AKU HATINYA PKK Tingkat Sumut
Banjir Serbelawan Ditangani, Pemkab Simalungun Normalisasi Sungai Pondok Pelita
Perda Lembaga Kemasyarakatan Dinilai Perlu Disesuaikan, Wali Kota Medan Ajukan Pencabutan
Kembali Berkantor di Kepulauan Nias, Wagub Sumut Surya Pantau Pembangunan Infrastruktur
Bupati Asahan dan Forkopimda Sambut Kunker Pangdam I/BB, Masjid Al-Ikhlas Kodim Diresmikan
Surat Pembebasan Berlaku 10 Agustus, Fernanda Masih Pimpin Apel di Kecamatan Medan Timur

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:04 WIB

1.179 Pramuka Sumut Berangkat ke Jamnas XII, Bobby Nasution Titip Pesan Kekompakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Penonaktifan Lurah Aur dan Camat Medan Timur, Akademisi Nilai Konsistensi Reformasi Birokrasi Diuji

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Ketua TP PKK Asahan Pantau Persiapan Lomba AKU HATINYA PKK Tingkat Sumut

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:20 WIB

BNN Ajak 4.800 Mahasiswa Baru UPNVJ Bela Negara dengan Menolak Narkoba

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Banjir Serbelawan Ditangani, Pemkab Simalungun Normalisasi Sungai Pondok Pelita

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Kembali Berkantor di Kepulauan Nias, Wagub Sumut Surya Pantau Pembangunan Infrastruktur

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Bupati Asahan dan Forkopimda Sambut Kunker Pangdam I/BB, Masjid Al-Ikhlas Kodim Diresmikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Surat Pembebasan Berlaku 10 Agustus, Fernanda Masih Pimpin Apel di Kecamatan Medan Timur

Berita Terbaru