ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Pencarian terhadap Syafruddin, 60 tahun, anak buah kapal KM Aneuk Bahagia yang diduga hilang di perairan Nurussalam, Aceh Timur, memasuki hari ketiga, hingga Minggu, (16/11/2025), tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan nelayan asal Desa Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, tersebut.
Sejak Jumat pagi, tim dari Satpolairud Polres Aceh Timur, TNI AL, BPBD Aceh Timur, Basarnas Aceh Timur, dan Basarnas Kota Langsa terus menyisir lokasi kejadian. Meski cuaca di sekitar Selat Malaka sering berubah, tim tetap melanjutkan operasi dengan menggunakan kapal karet dan peralatan pencarian laut.
AKP Ade Candra, S.H., M.H., Kasat Polairud Polres Aceh Timur, menjelaskan bahwa kondisi gelombang dan angin memang cukup menantang. Namun, ia menegaskan bahwa tim tetap berupaya maksimal karena operasi ini menyangkut keselamatan manusia. Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan nelayan setempat agar dapat melaporkan temuan apa pun yang berkaitan dengan korban.
“Kami berharap dukungan masyarakat, terutama nelayan, dapat mempercepat proses pencarian,” ujar AKP Ade Candra.
Karena situasi terus berkembang, tim kemudian memperluas area pencarian. Penyisiran dilakukan hingga pesisir antara Nurussalam dan Simpang Ulim. Walau begitu, tim belum menemukan titik terang mengenai posisi Syafruddin.
Menjelang petang, tim memutuskan menghentikan sementara operasi. Keputusan itu diambil karena cuaca mulai memburuk, gelombang meningkat, dan kondisi menjelang malam tidak memungkinkan pencarian berlanjut tanpa penerangan yang memadai. AKP Ade Candra menegaskan bahwa keselamatan anggota menjadi pertimbangan utama, sehingga tim akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya. (AK1)
































