BGN Bakal Hentikan Operasional SPPG Tanpa SLHS dan IPAL

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 23:35 WIB

40240 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) paling lambat satu bulan setelah mulai beroperasi. Ketentuan ini menjadi syarat utama untuk menjamin keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami mensyaratkan seluruh SPPG baru harus memiliki SLHS maksimal satu bulan setelah beroperasi, karena penilaian SLHS hanya bisa dilakukan pada fasilitas yang sudah aktif,” ujar Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta. Selasa (20/1).

Dadan menjelaskan, SLHS hanya diberikan kepada SPPG yang sudah beroperasi karena proses penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan pegawai hingga menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. “Terkait SLHS, SPPG baru harus meminta rekomendasi dari dinas kesehatan kabupaten masing-masing sebelum beroperasi,” tambahnya.

Jika ketentuan tersebut tidak dipenuhi, BGN akan menghentikan operasional SPPG sementara. Selain aspek higiene dan sanitasi, setiap SPPG juga diwajibkan memiliki sistem pengolahan limbah berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ketentuan ini akan menjadi bagian dari proses sertifikasi ke depan. “Kami mensyaratkan setiap SPPG memiliki IPAL, dan ini akan menjadi bagian dari sertifikasi,” tegas Dadan.

BGN memberikan kesempatan bagi SPPG yang belum memiliki IPAL untuk segera melengkapinya. Namun, apabila tenggat waktu telah diberikan tetapi ketentuan tetap tidak dipenuhi, operasional SPPG berpotensi dihentikan. “Ketika kesempatan sudah diberikan dan tetap tidak dilaksanakan, kemungkinan besar operasional SPPG akan kita hentikan,” pungkas Dadan. (Edo/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru