BKSDA Pastikan Bangkai Satwa di Girsang Bukan Harimau Sumatra

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:55 WIB

40155 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi, termasuk penyisiran dan pencarian jejak kaki yang dapat mengindikasikan keberadaan Harimau Sumatra di kawasan tersebut sejak Senin hingga Selasa, 26–27 Januari 2026.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi, termasuk penyisiran dan pencarian jejak kaki yang dapat mengindikasikan keberadaan Harimau Sumatra di kawasan tersebut sejak Senin hingga Selasa, 26–27 Januari 2026.

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Temuan bangkai satwa liar di Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sempat memicu keresahan warga. Satwa tersebut awalnya diduga sebagai Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), menyusul informasi yang cepat menyebar melalui media sosial sejak Minggu, 25 Januari 2026.

Kekhawatiran warga meningkat seiring beredarnya kabar bahwa satwa buas dilindungi itu ditemukan dalam kondisi mati di sekitar permukiman. Informasi tersebut bahkan memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan keberadaan Harimau Sumatra lain di kawasan Girsang Sipangan Bolon.

Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Sijabat bersama Kapolsek Parapat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mantho Pandiangan, S.H., serta tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara, turun langsung ke lokasi penemuan sejak Senin hingga Selasa, 26–27 Januari 2026.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi, termasuk penyisiran dan pencarian jejak kaki yang dapat mengindikasikan keberadaan Harimau Sumatra di kawasan tersebut.

Hasil identifikasi kemudian disampaikan Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pematangsiantar, Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, S.Hut., M.I.L. Ia menegaskan bahwa bangkai satwa yang ditemukan bukan Harimau Sumatra, melainkan macan akar.

Menurut Elvina, kepastian tersebut diperoleh melalui pemeriksaan langsung terhadap ciri fisik satwa, meliputi ukuran tubuh, bentuk tengkorak, dan pola bulu yang secara signifikan berbeda dengan Harimau Sumatra. Selain itu, tim BKSDA tidak menemukan jejak kaki Harimau Sumatra dalam radius sekitar 500 meter dari lokasi penemuan.

Elvina menjelaskan bahwa macan akar merupakan satwa liar yang juga dilindungi dan hidup di kawasan hutan. Namun, ukuran tubuhnya relatif lebih kecil dan tingkat bahayanya tidak setinggi Harimau Sumatra.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik berlebihan. Meski demikian, peran masyarakat tetap penting dalam menjaga kelestarian satwa liar, termasuk dengan tidak melakukan perburuan dan segera melapor apabila menemukan jejak yang mengarah pada keberadaan Harimau Sumatra,” ujar Elvina.

Senada dengan itu, Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan menyampaikan bahwa hasil penyisiran bersama masyarakat di sekitar lokasi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatra. Meski demikian, pihak kepolisian tetap berkoordinasi dengan BKSDA untuk memastikan keamanan warga.

“Untuk kenyamanan masyarakat, kami tetap menjalin komunikasi dengan BKSDA dan siap melakukan langkah lanjutan apabila ditemukan indikasi baru,” kata Mantho.

Sementara itu, Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Sijabat kembali menegaskan bahwa hasil identifikasi resmi BKSDA memastikan satwa yang ditemukan merupakan macan akar, bukan Harimau Sumatra.

Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan bersama kepolisian dan BKSDA telah melakukan pertemuan serta penelusuran lapangan secara bersama-sama, namun tidak menemukan bukti keberadaan Harimau Sumatra di wilayah tersebut.

Viktor mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, dengan tetap memperhatikan waktu dan kondisi lingkungan sekitar, serta segera berkoordinasi dengan aparat berwenang apabila menemukan bukti baru yang mengarah pada keberadaan satwa dilindungi tersebut. (AP)

Berita Terkait

Lima Tahun Berturut-turut, Pemkab Asahan Raih Predikat Informatif KI Award 2026
DEN Bahas Strategi Menjaga Harga BBM Bersubsidi dan Keberlanjutan Fiskal
DEN Laporkan Isu Strategis kepada Prabowo, dari Pangan hingga Pasar Modal
Prabowo Hadiri Persemayaman Mantan KSAD Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad
Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Tingkat Kecamatan
DEN Proyeksikan Ekspor Hilirisasi Indonesia Capai US$ 50 Miliar pada 2026
Kajian DEN: Penerima MBG Cenderung Lebih Jarang Absen dan Lebih Semangat Belajar
Digitalisasi Bansos: DEN Laporkan 11,5 Juta KK Telah Terdaftar kepada Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Lima Tahun Berturut-turut, Pemkab Asahan Raih Predikat Informatif KI Award 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

DEN Bahas Strategi Menjaga Harga BBM Bersubsidi dan Keberlanjutan Fiskal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:04 WIB

DEN Laporkan Isu Strategis kepada Prabowo, dari Pangan hingga Pasar Modal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Prabowo Hadiri Persemayaman Mantan KSAD Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Tingkat Kecamatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Kajian DEN: Penerima MBG Cenderung Lebih Jarang Absen dan Lebih Semangat Belajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Digitalisasi Bansos: DEN Laporkan 11,5 Juta KK Telah Terdaftar kepada Prabowo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wapres Gibran Terima WALUBI, Dorong Penguatan Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026.

EKONOMI & BISNIS

DEN Laporkan Isu Strategis kepada Prabowo, dari Pangan hingga Pasar Modal

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB