ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan proyek penguatan tebing Sungai Batang Serangan di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, akan dilaksanakan pada tahun 2026. Proyek ini dirancang untuk menekan risiko abrasi yang di sejumlah titik telah menggerus bantaran sungai hingga mendekati permukiman warga.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Rizal Hasibuan, dalam temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu, 28 Januari 2026.
Rizal menyebutkan, penguatan tebing Sungai Batang Serangan masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD) sektor pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dengan alokasi anggaran sebesar Rp45 miliar pada tahun anggaran 2026.
“Untuk tahun 2026, anggaran itu sudah kami tampung. Salah satunya untuk penanganan penguatan tebing Sungai Batang Serangan,” kata Rizal.
Menurut dia, Pemprov Sumut akan membangun tanggul permanen sepanjang 800 meter. Pelaksanaan konstruksi ditargetkan dimulai setelah seluruh proses kontraktual rampung pada Maret 2026.
“Kami berharap pada bulan tiga seluruh kontrak sudah selesai sehingga pekerjaan fisik bisa segera berjalan,” ujar Rizal.
Sebelum pembangunan permanen dilakukan, Pemprov Sumut telah menurunkan alat berat untuk membangun tanggul semi permanen sebagai langkah penanganan darurat guna menahan laju abrasi dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap permukiman warga.
“Pada masa tanggap darurat sudah dibangun tanggul semi permanen. Di tahun 2026 ini, kita lanjutkan dengan pembangunan permanen sesuai anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Rizal menegaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam menyediakan infrastruktur pengendalian banjir yang berkelanjutan. Sungai Batang Serangan juga telah ditinjau langsung oleh gubernur pada akhir 2025 untuk memastikan percepatan penanganan.
Selain di Kabupaten Langkat, Pemprov Sumut juga menyiapkan sejumlah proyek pengendalian banjir di wilayah lain. Di antaranya rehabilitasi Waduk Tanjungpura di Kabupaten Langkat, penguatan tebing Sungai Aek Haidupan sepanjang 150 meter di Kabupaten Tapanuli Utara, serta perkuatan tebing Sungai Gomo sepanjang 100 meter di Desa Hilinawalo Fau, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. (AP)

































