ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Prestasi atlet daerah kerap menjadi penanda bahwa pembinaan olahraga di tingkat lokal masih memiliki harapan. Di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan, keberhasilan menembus ajang internasional menjadi capaian yang tidak banyak diraih atlet dari daerah.
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menggelar ramah tamah bersama Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu, atlet bela diri asal Kota Pematangsiantar, di rumah dinas wali kota, Jalan Kapten M.H. Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Wesly menyampaikan apresiasi atas kegigihan Riyan yang konsisten menekuni dunia olahraga hingga berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional. Menurut Wesly, capaian tersebut membuktikan bahwa atlet asal Pematangsiantar memiliki potensi bersaing di level dunia.
“Orang Kota Pematangsiantar bisa menjadi juara dunia. Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” ujar Wesly.
Sebagai mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Wesly mendorong Riyan untuk tetap tekun dan disiplin dalam menekuni cabang olahraga yang digelutinya. Ia menilai konsistensi dan mental juang menjadi kunci utama dalam mempertahankan prestasi.
Riyan mengaku terharu atas sambutan dan perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Pematangsiantar. Ia berharap dukungan terhadap atlet daerah dapat terus berlanjut.
“Mudah-mudahan dalam pemerintahan Bapak Wesly Silalahi, perhatian kepada atlet-atlet Kota Pematangsiantar tidak pernah lelah. Saya akan terus berjuang untuk kota kita tercinta,” kata Riyan.
Ketua Dewan Guru Perguruan Kungfu Naga Sakti Siauw Lim Sie Indonesia, Drs. Risbon Sinaga, M.M., menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Riyan. Ia menilai kegiatan ramah tamah tersebut mencerminkan penghargaan pemerintah daerah terhadap atlet berprestasi.
“Kami sangat bangga. Kegiatan seperti ini menunjukkan Pemerintah Kota Pematangsiantar menghargai atlet yang berasal dari daerahnya sendiri,” ujar Risbon.
Menurut dia, dukungan moral dari pemerintah sangat penting untuk memotivasi atlet, pelatih, dan pengasuh agar terus membawa nama Pematangsiantar ke tingkat yang lebih tinggi.
Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu merupakan anak pertama dari lima bersaudara dan lulusan SMA Negeri 1 Pematangsiantar. Sebelum fokus pada kickboxing, ia lebih dahulu menekuni wushu, kungfu, dan MMA.
Sejak ayahnya meninggal dunia pada Desember 2024, Riyan menjadi tulang punggung keluarga. Meski demikian, ia tetap melanjutkan perjuangannya sebagai atlet. Karier kickboxing Riyan dimulai pada 2020, sempat berlaga di ajang One Pride MMA, hingga mencatatkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Puncak prestasinya diraih saat Riyan menyabet medali emas kelas K1 – 60 kilogram di SEA Games 2025, setelah sebelumnya mencatat prestasi di Kejuaraan Kickboxing Asia 2024 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Ramah tamah tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, S.STP., M.Si., Ketua KONI Pematangsiantar, Riau Alexander Siahaan, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). (AP/red)

































