Wagub Sumut Surya Ajak Perluas Program MBG hingga Balita dan Ibu Hamil

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 21:17 WIB

40279 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumut, Surya menghadiri Peresmian  Tahap 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Muhammadiyah.

Wakil Gubernur Sumut, Surya menghadiri Peresmian Tahap 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Muhammadiyah.

ATAPKOTA.COM, DELISERDANG — Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengajak seluruh pemangku kepentingan memperluas cakupan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyasar balita dan ibu hamil. Ajakan itu disampaikan saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Kampus IV UMSU, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Senin (16/2/2026).

Peresmian SPPG tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur layanan gizi daerah. Dalam sambutannya, Surya menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia 10 hingga 20 tahun mendatang ditentukan oleh kondisi anak hari ini.

“Hari ini anak yang sehat akan belajar lebih baik, anak yang cukup gizi akan berpikir lebih kuat, dan generasi yang kuat akan membangun bangsa yang kuat. Inilah esensi dari program MBG,” ujarnya.

Surya menggarisbawahi empat langkah strategis: penggunaan bahan pangan lokal agar manfaat ekonomi kembali ke masyarakat; penjagaan mutu makanan; pengawasan terbuka dan berkelanjutan; serta percepatan pembangunan SPPG di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Menurutnya, program MBG selaras dengan arah pembangunan daerah bertajuk Sumut Berkah menuju provinsi yang unggul, maju, dan berkelanjutan. “Program pemenuhan gizi menjadi investasi pembangunan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyebut MBG sebagai investasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia lima tahun—periode yang kerap disebut sebagai golden age.

“Perkembangan manusia sangat ditentukan pada masa dalam kandungan, usia nol sampai lima tahun, dan masa pertumbuhan berikutnya. Di situlah gizi menjadi kunci,” ujar Abdul Mu’ti.

Catatan Kritis: Perluasan Cakupan dan Tantangan Lapangan

Perluasan MBG hingga balita dan ibu hamil merupakan langkah strategis, terutama dalam konteks kebijakan nasional penurunan stunting dan penguatan SDM. Pemerintah menargetkan percepatan penurunan prevalensi stunting melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Namun, perluasan sasaran program menuntut kesiapan infrastruktur dan tata kelola yang lebih kompleks.

Beberapa tantangan yang patut dicermati:

  1. Validasi dan Basis Data Sasaran
    Perluasan hingga ibu hamil dan balita membutuhkan data terpadu yang akurat. Tanpa sinkronisasi data kesehatan dan kependudukan, risiko salah sasaran dan tumpang tindih program meningkat.

  2. Standar Keamanan dan Kualitas Pangan
    Distribusi makanan untuk kelompok rentan harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat, termasuk pengawasan higienitas, nilai gizi, dan rantai distribusi.

  3. Pengawasan Anggaran dan Transparansi
    Program berskala luas memerlukan akuntabilitas tinggi, baik dari sisi pengadaan bahan pangan, mitra penyedia, hingga evaluasi dampak.

  4. Integrasi dengan Program Penurunan Stunting
    Tanpa koordinasi lintas sektor—dinas kesehatan, pendidikan, sosial, dan ketahanan pangan—MBG berpotensi berjalan paralel, bukan terintegrasi.

Peresmian SPPG di lingkungan perguruan tinggi menjadi sinyal kolaborasi multipihak. Namun, efektivitas program tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun, melainkan dari indikator terukur: penurunan angka stunting, peningkatan status gizi ibu hamil, serta perbaikan capaian belajar anak.

Perluasan MBG adalah langkah ambisius. Tantangannya kini terletak pada konsistensi implementasi, kualitas pengawasan, dan transparansi pelaksanaan di lapangan. (AP/red)

Berita Terkait

Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi
Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
PN Bengkulu Vonis Yayan 12 Tahun Penjara dalam Perkara Persetubuhan Anak Menggunakan Sajam
Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu
Panitia Pemilihan Rektor USI: Suara Senat Bukan Penentu Akhir, 3 Calon Rektor USI Ikuti Seluruh Tahapan Seleksi
Hidayati Laporkan Ratnawati ke Polda Bengkulu atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
HKG PKK ke-54 Sumut, Bobby Nasution Ajak Kader Lindungi Anak dari Narkoba dan Perundungan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:48 WIB

PN Bengkulu Vonis Yayan 12 Tahun Penjara dalam Perkara Persetubuhan Anak Menggunakan Sajam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Hidayati Laporkan Ratnawati ke Polda Bengkulu atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:52 WIB

HKG PKK ke-54 Sumut, Bobby Nasution Ajak Kader Lindungi Anak dari Narkoba dan Perundungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Wagub Sumut Surya Hadiri Rakornas TPAKD, Perluas Akses Keuangan Masyarakat

Berita Terbaru