ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menghadiri pembukaan Warung Ramadan yang digelar Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Pematangsiantar di halaman Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Kartini, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Ia hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar, Ny. Liswati Wesly Silalahi.
Secara simbolis, pembukaan Warung Ramadan dilakukan oleh Ny. Liswati. Setelah seremoni, Wesly bersama rombongan meninjau stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memasarkan aneka menu berbuka puasa dan produk makanan olahan.
Dalam sambutannya, Liswati menyebut Warung Ramadan tidak hanya menyediakan takjil dan makanan berbuka, tetapi juga menjadi ruang promosi produk kuliner kekinian yang diminati masyarakat.
“Saya bangga melihat semangat gotong royong dan berbagi di bulan penuh rahmat ini. Kami berharap BKMT terus menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara BKMT, Pemerintah Kota Pematangsiantar, dan TP PKK dapat berjalan konsisten serta mendukung visi pembangunan kota.
Ketua PD BKMT Kota Pematangsiantar, Hj. Ernayati Saragih, mengatakan program Warung Ramadan baru pertama kali dilaksanakan dan tersebar di delapan kecamatan. Setiap kecamatan, kata dia, melibatkan pelaku UMKM binaan BKMT.
“Setiap kecamatan memiliki UMKM yang terlibat. Program ini kami rancang untuk mengayomi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi,” kata Ernayati.
Ia menjelaskan pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan fasilitas lokasi tanpa biaya sewa dari pihak MUI. BKMT, lanjutnya, berharap dapat terus dilibatkan dalam agenda pemberdayaan masyarakat yang dijalankan pemerintah kota dan TP PKK.
Usai kegiatan, Wesly menyatakan pemerintah kota berkomitmen mendukung pengembangan UMKM, termasuk melalui kegiatan berbasis komunitas seperti Warung Ramadan.
“Ke depan, kami berharap Warung Ramadan menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk mendapatkan menu berbuka puasa. Variasi produknya cukup banyak dan ini menunjukkan potensi ekonomi lokal yang perlu terus diperkuat,” ujar Wesly. (*)

































