ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah dinas di Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Rabu, 25 Februari 2026. Bantuan itu diberikan pada hari yang sama setelah api meludeskan bangunan yang ditempati seorang aparatur sipil negara (ASN).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Simalungun, Albert R. Saragih, menyerahkan bantuan tersebut mewakili Bupati Simalungun. Ia didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Esron Sinaga, Kepala Dinas Kesehatan Edwin Tony S.M. Simanjuntak, Kepala Dinas Sosial Osnidar Marpaung, serta Kepala Bagian Kerja Sama.
Penerima bantuan, Edi Suyono, merupakan penjaga sekolah yang menempati rumah dinas di kompleks SD Negeri 091588 Serbalawan. Selain bertugas sebagai ASN, ia juga dikenal sebagai tokoh agama di lingkungan setempat.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat api mulai membesar, Edi sedang berjualan di Pasar (Pajak) Serbalawan. Sebelumnya, sekitar pukul 07.00 WIB, ia sempat pulang untuk membantu siswa menyeberang jalan sebelum kembali ke pasar.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, mengatakan laporan kebakaran diterima secara tiba-tiba setelah Edi kembali ke pasar.
“Belum ada tanda-tanda sebelumnya. Namun tiba-tiba kami mendapat kabar rumah dinas Pak Edi terbakar,” ujar Siti Aminah di lokasi kejadian.
Api menghanguskan seluruh bangunan rumah dinas tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Albert menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi, terlebih peristiwa itu berlangsung pada bulan Ramadan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, kami turut prihatin atas musibah ini. Kami berharap Pak Edi dan keluarga tetap tabah menghadapi cobaan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memeriksa instalasi listrik dan penggunaan gas sebelum meninggalkan rumah. (AP/red)

































