ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, yang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zainal Siahaan, S.E., M.M., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri dalam rangka kesiapsiagaan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 melalui Zoom Meeting, Senin (2/3/2026) pagi. Rapat tersebut diikuti dari Aula Widya Satya Brata Polres Pematangsiantar.
Sejumlah unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) turut hadir, antara lain Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H.; Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rinto Leoni Manullang, S.H., M.H.; Dandim 0207/Simalungun yang diwakili Pabung Dim 0207/Simalungun Mayor Inf. Arjun Sidauruk; Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar Drs. Daniel Hamonangan Siregar; Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar yang diwakili Agus Salim, S.H.; Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar Herbet Aruan, S.Pd., M.H.; perwakilan DPRD Kota Pematangsiantar Alex Damanik; serta para kapolsek jajaran Polres Pematangsiantar.
Rakor lintas sektor tersebut diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat guna pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memastikan sinergi pengamanan di setiap wilayah.
Dalam rapat, peserta membahas sejumlah aspek strategis, mulai dari kesiapan personel, pengamanan jalur mudik dan arus balik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga objek vital lainnya. Koordinasi antarlembaga untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran lalu lintas menjadi fokus utama.
Rakor dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya optimalisasi pengamanan dan pelayanan selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Oleh karena itu, persiapan dan pengamanan harus benar-benar dilaksanakan secara optimal. Begitu juga pelayanan yang diberikan,” ujar Sigit di PTIK, Jakarta Selatan.
Ia menyebutkan, arus kendaraan pada musim mudik tahun ini diprediksi didominasi dari wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, dan Jawa Timur, dengan tujuan terbanyak ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Untuk memastikan pengamanan dan pelayanan berjalan maksimal, Polri akan menggelar Operasi Ketupat mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi tersebut mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”.
“Yang kami kedepankan adalah langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun seminimal mungkin, sehingga operasi ini benar-benar menjadi pelayanan kemanusiaan,” katanya.
Sebanyak 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya akan dikerahkan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan kesiapan mendukung kebijakan nasional tersebut melalui koordinasi lintas sektor di tingkat daerah, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan pengamanan titik-titik strategis di wilayah kota. (AP/red)
































