ATAPKOTA.COM, SUMUT – Upaya memperkuat hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif kembali ditegaskan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat menggelar buka puasa bersama jajaran pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara. Pertemuan yang berlangsung di Restoran Pondok Indah Medan, Jalan Hasanuddin, Kota Medan pada Minggu (15 Maret 2026) itu dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi pembangunan daerah.
Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, para anggota DPRD Sumut, serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Bobby Nasution menilai pertemuan informal di bulan Ramadan dapat menjadi ruang mempererat komunikasi antara pemangku kepentingan di pemerintahan daerah. Ia mengatakan, nilai-nilai yang diajarkan Ramadan seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian memiliki relevansi kuat dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Bulan suci Ramadan mengajarkan kita kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Nilai-nilai ini sangat penting dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujar Bobby.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif menjadi fondasi utama dalam memastikan kebijakan pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bobby menilai komunikasi yang selama ini dibangun melalui musyawarah dan kerja sama konstruktif telah membantu memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan DPRD dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis.
Ia juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Sumatera Utara. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, industri, hingga pariwisata dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Sumatera Utara memiliki potensi besar di berbagai sektor. Untuk mengoptimalkan potensi itu, kita membutuhkan kolaborasi yang solid,” katanya.
Bobby menambahkan, perbedaan pandangan dalam proses pengambilan kebijakan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun perbedaan tersebut, menurutnya, harus dimaknai sebagai ruang diskusi untuk menghasilkan keputusan terbaik bagi kepentingan masyarakat.
“Mari kita jadikan kebersamaan ini sebagai energi untuk terus bekerja lebih baik, melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, serta bersama-sama mewujudkan Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan melalui kolaborasi Sumut Berkah,” ujarnya menutup sambutan. (red)

































