ATAPKOTA.COM, SAMOSIR — Kepala Kepolisian Resor Samosir, Rina Sry Nirwana Tarigan, mengunjungi seorang anak korban kekerasan di Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, pada Sabtu, 11 April 2026. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril.
Kapolres datang bersama sejumlah pejabat Polres dan disambut keluarga korban, pihak sekolah, serta perangkat desa. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dengan pendekatan persuasif.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres berdialog langsung dengan korban guna memastikan kondisi psikologisnya. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, dugaan kekerasan terjadi berulang dalam situasi tertentu di lingkungan keluarga.
Pihak kepolisian juga meminta keterangan dari orang tua korban untuk melengkapi proses penanganan kasus. Informasi awal menunjukkan peristiwa diduga terjadi saat salah satu orang tua tidak berada di rumah.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres menyatakan komitmennya untuk mendampingi korban, termasuk melalui peran sebagai orang tua asuh. Langkah ini, menurut dia, bertujuan mendukung pemulihan serta keberlanjutan pendidikan korban.
“Pendampingan ini diharapkan dapat membantu korban menjalani proses pemulihan dan tetap melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, Kapolres menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan terhadap anak akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menekankan bahwa perkara semacam ini tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme damai yang menghentikan proses hukum.
Pihak sekolah, termasuk guru di SD Negeri 4 Marlumba, menyampaikan apresiasi atas perhatian kepolisian. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dalam mendukung pemulihan kondisi psikologis korban.
Kapolres turut mengimbau keluarga untuk meningkatkan pengawasan serta memastikan lingkungan yang aman bagi anak. Kepada korban, ia memberikan motivasi agar tetap fokus pada pendidikan sebagai bekal masa depan.
Sebagai tindak lanjut, Polres Samosir berencana menggelar kegiatan sosial di sekolah tersebut, termasuk penyaluran bantuan perlengkapan belajar bagi siswa.
Kunjungan yang berlangsung hingga sekitar pukul 10.50 WIB itu ditutup dengan doa bersama dan harapan agar proses pemulihan korban berjalan optimal. (AP/red
































