ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan pengawasan dan kolaborasi lintas sektor. Penegasan ini disampaikan dalam rapat konsolidasi yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026, di Hotel Niagara Parapat.
Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, yang hadir mewakili bupati sekaligus sebagai Ketua Satuan Tugas MBG daerah, menyatakan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada koordinasi antar-pemangku kepentingan.
“Pelaksanaan program ini membutuhkan kolaborasi yang kuat dan komunikasi yang efektif antar seluruh pihak,” ujarnya dalam forum tersebut.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, serta Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya. Selain itu, hadir perwakilan pemerintah kabupaten/kota, jajaran kepolisian daerah, serta mitra pelaksana program.
Dalam pemaparannya, Benny menyebut pelaksanaan MBG di Simalungun menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, sebanyak 51 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi, sementara sekitar 50 dapur lainnya masih dalam tahap persiapan.
“Pengembangan fasilitas terus berjalan. Setiap pekan terdapat penambahan dapur yang mulai beroperasi,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berfokus pada fungsi pengawasan dan monitoring untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Pengawasan menjadi prioritas agar pelaksanaan program tetap berada dalam koridor yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Program MBG tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan asupan gizi, khususnya bagi peserta didik, tetapi juga diharapkan memberi dampak ekonomi. Keterlibatan pelaku usaha lokal, termasuk penyedia bahan pangan dan tenaga kerja, disebut menjadi bagian dari ekosistem program.
Pemerintah Kabupaten Simalungun menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan program berlangsung konsisten dan berkelanjutan. (AP/red)
































