ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn. menilai seni budaya dapat menjadi instrumen penguatan ekonomi kreatif sekaligus mempererat harmoni antar-etnis, saat membuka Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, pada Kamis, 16 April 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar itu menampilkan beragam pertunjukan seni dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di kota tersebut.
Dalam sambutannya, Wesly menyebut keberagaman etnis di Pematangsiantar merupakan kekayaan sosial yang perlu dijaga. Ia menilai seni budaya dapat menjadi medium untuk memperkuat toleransi sekaligus mendorong sektor pariwisata.
“Seni budaya dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis lokal,” ujar Wesly.
Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi. Menurut dia, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga identitas sosial masyarakat.
Wesly mengajak pelaku seni, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya dan berperan dalam menjaga keberagaman budaya di Pematangsiantar.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pematangsiantar juga memberikan apresiasi kepada para pelaku seni dan tokoh adat dari berbagai etnis yang berkontribusi dalam pelestarian budaya.
Mewakili penatua adat Simalungun, Muhammad Fikri Fanani Damanik, S.I.P., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan merawat keberagaman budaya di daerah.
“Pelestarian budaya perlu dilakukan secara bersama, tidak hanya untuk satu etnis, tetapi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung rencana kegiatan budaya lanjutan yang akan digelar di lokasi yang sama dalam rangka peringatan hari jadi Kota Pematangsiantar.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Fakhrudin Sagala, M.Pd., menjelaskan kegiatan ini bertujuan memperkuat pelestarian budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila kepada peserta didik.
Menurut dia, pagelaran tersebut melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah menengah pertama negeri dan swasta yang menampilkan tarian dari berbagai etnis di Pematangsiantar.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, yang berkaitan dengan sejarah Raja Sang Naualuh Damanik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, serta perwakilan lembaga pendidikan dan kebudayaan. (AP/red)
































