ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar resmi melantik Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-58 tingkat kota tahun 2026 dalam sebuah prosesi di Ruang Serbaguna Pemko, setelah sebelumnya ditetapkan melalui keputusan wali kota, Selasa (5/5/2026).
Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Herlina, yang mewakili Wali Kota Wesly Silalahi, SH., M.Kn., memimpin langsung pelantikan tersebut sekaligus menyampaikan pesan penting terkait integritas dalam proses penilaian.
Dalam sambutan tertulis wali kota yang dibacakan Herlina, Pemko menegaskan bahwa Dewan Hakim memegang peran strategis dalam menentukan kualitas pelaksanaan MTQN. Oleh karena itu, seluruh hakim diminta bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.
“Dewan hakim harus bekerja jujur, adil, independen, dan bebas dari kepentingan agar menghasilkan peserta terbaik yang berkualitas,” ujar Herlina membacakan sambutan.
Pemko juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Al-Qur’an selama pelaksanaan MTQN, sehingga kegiatan tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qurani.
Sebelum pelantikan, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pematangsiantar, Hamzah Fanshuri Damanik, S.STP., M.Si., membacakan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 001/100.3.3.3/196/V/2026 tentang penetapan Dewan Hakim.
Dalam keputusan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, Drs. H. M. Ali Lubis, ditunjuk sebagai Ketua Dewan Hakim.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pemasangan toga secara simbolis oleh Wakil Wali Kota, didampingi perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar. Selanjutnya, dilakukan pembaiatan dan pembacaan kode etik Dewan Hakim sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalitas.
MTQN ke-58 tingkat Kota Pematangsiantar tahun 2026 mengusung tema “Mewujudkan Generasi Cinta Al-Qur’an untuk Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.”
Kegiatan MTQN dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di Lapangan Adam Malik, dengan berbagai cabang lomba, seperti mujawwad, tartil, tahfidz, dan syarhil Qur’an.
Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain perwakilan Ikatan Persaudaraan Qori-Qoriah dan Hafiz-Hafizah (IPQOH), jajaran pemerintah daerah, serta unsur Kementerian Agama. (AP/red)


































