ATAPKOTA.COM, MEDAN — Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APMP2KB) terus mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui edukasi pola pengasuhan anak yang melibatkan peran aktif ayah dan ibu secara seimbang.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk Peran Orang Tua dan Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak yang digelar di Aula Kantor Camat Medan Barat, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kualitas keluarga yang dijalankan Dinas P3APMP2KB Kota Medan sebagai salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia dan penguatan lingkungan sosial yang ramah anak.
Kepala Dinas P3APMP2KB Kota Medan, Edliaty, melalui Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga Elviyanti Pohan, menegaskan bahwa pengasuhan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif kedua orang tua.
Menurut Elviyanti, kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan emosional, sosial, hingga pembentukan karakter anak.
“Selama ini pengasuhan masih sering dianggap sebagai tanggung jawab ibu. Padahal, keterlibatan ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, baik secara emosional, sosial, maupun pendidikan,” ujar Elviyanti saat membacakan sambutan Kepala Dinas P3APMP2KB.
Ia menjelaskan, dinas terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar ayah tidak hanya dipandang sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir sebagai pendamping, pelindung, pendidik, dan teladan di lingkungan keluarga.
Menurutnya, penguatan peran keluarga menjadi penting di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks dan berpengaruh terhadap pola tumbuh kembang anak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, serta membangun pola asuh yang positif,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas P3APMP2KB menghadirkan narasumber dari kalangan psikolog, yakni Liza Marini dan Evi Berlian Pakpahan. Keduanya memberikan materi mengenai pola pengasuhan anak, komunikasi keluarga, serta pentingnya keterlibatan ayah dalam mendampingi perkembangan anak sejak usia dini.
Kegiatan turut dihadiri Camat Medan Barat beserta jajaran, lurah se-Kecamatan Medan Barat, Koordinator dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), TP PKK, Babinsa, Karang Taruna, hingga Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat kelurahan.
Sementara itu, Camat Medan Barat melalui Sekretaris Camat Erwin Munte menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap generasi muda.
Menurut Erwin, keluarga memiliki posisi penting sebagai ruang pertama dalam membentuk karakter dan pengawasan terhadap anak.
Ia mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan dan perkembangan anak agar tidak terpengaruh lingkungan negatif.
“Kita harus menjaga anak-anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang merugikan masa depan mereka. Ancaman narkoba menjadi salah satu persoalan serius yang perlu diwaspadai bersama,” ujarnya.
Erwin berharap kegiatan edukasi keluarga semacam itu tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Penguatan ketahanan keluarga dinilai menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun generasi yang sehat, aman, dan memiliki lingkungan tumbuh kembang yang lebih baik. (Mery/red)


































