Hujan Deras, Aksi Buruh di PLN Pematangsiantar Memanas, Pegawai Diduga Lakukan Provokasi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:30 WIB

40404 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi buruh FSP KEP dan SPSI di kantor PLN Pematangsiantar sempat memanas setelah terjadi dugaan provokasi saat dialog berlangsung.

Aksi buruh FSP KEP dan SPSI di kantor PLN Pematangsiantar sempat memanas setelah terjadi dugaan provokasi saat dialog berlangsung.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar tidak menyurutkan aksi massa Federasi Serikat Pekerja (FSP) di bawah naungan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nenawea (K-SPSI AGN) bersama Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP), Selasa (12/5/2026).

Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara II, massa melanjutkan aksi ke kantor PLN Unit Pelaksana Pengelola Pembangkit dan Jaringan (UP3) Pematangsiantar di Jalan Kapten MH Sitorus.

Kedatangan massa bertujuan meminta penjelasan terkait sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang dinilai belum mendapatkan kejelasan, termasuk menyangkut status dan hak pekerja di lingkungan perusahaan tersebut.

Dalam orasinya, Ketua Pengurus Cabang FSP KEP SPSI Siantar–Simalungun, Abdul Arif Namora Sitanggang, meminta pihak manajemen memberikan penjelasan resmi terkait pemberhentian seorang tenaga kerja bernama Sari Intan Siahaan.

Menurut Abdul Arif, pekerja tersebut telah mengabdi selama puluhan tahun dan dinilai layak mendapatkan penjelasan serta perlakuan yang adil sesuai ketentuan ketenagakerjaan.

“Kami meminta penjelasan terbuka terkait status dan proses pemberhentian tenaga kerja yang telah lama mengabdi di perusahaan ini,” ujarnya dalam orasi.

Pihak serikat pekerja menilai proses pemberhentian tersebut perlu dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan pekerja lainnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah FSP KEP SPSI Sumatera Utara, Rio Affandi Siregar, turut meminta adanya pemeriksaan terhadap mekanisme kerja sama dan penempatan tenaga kerja yang melibatkan perusahaan mitra kerja.

Ia menyampaikan serikat pekerja berharap seluruh proses berjalan sesuai aturan dan dapat diawasi secara terbuka oleh pihak berwenang.

“Kami meminta dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap mekanisme kerja sama dan penempatan tenaga kerja agar semuanya jelas dan sesuai ketentuan,” katanya.

Massa aksi juga mendesak agar pihak perusahaan membuka ruang dialog dan menyampaikan penjelasan resmi terhadap tuntutan yang disampaikan serikat pekerja.

Situasi sempat memanas ketika perwakilan massa diundang memasuki area kantor untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan. Dalam proses tersebut, terjadi insiden saling dorong antara sejumlah peserta aksi dan petugas keamanan.

Menurut keterangan massa aksi, insiden dipicu kesalahpahaman saat proses pengawalan menuju ruang pertemuan berlangsung.

Petugas kepolisian dari jajaran Polresta Pematangsiantar yang berjaga di lokasi langsung melakukan pengamanan dan mediasi sehingga situasi kembali kondusif.

Hingga aksi berakhir, dialog antara perwakilan serikat pekerja dan pihak perusahaan masih berlangsung secara tertutup.

Kontributor : Larsen Simatupang.

Berita Terkait

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian
Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding
Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Sambut Kapolda Sonny Irawan, Bobby Nasution Dorong Sinergi Polda dan Pemprov Sumut
Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas
Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32 WIB

TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bandar Huluan Respons Cepat Aduan Dugaan Percobaan Pencurian di Islamic Center

Berita Terbaru