ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan didorong untuk naik kelas dan memperluas pasar melalui proses kurasi produk yang digelar di Balai Kota Medan, Kamis (21/5/2026).
Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, menegaskan langkah tersebut penting agar produk lokal memiliki standar kualitas yang baik dan mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan kurasi itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Medan dalam menjembatani pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar pasar yang lebih luas. Airin menilai UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan kota.
Ia berharap pelaku UMKM di Medan terus berkembang, semakin inovatif, dan mampu menghadirkan produk berkualitas sehingga tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga berpeluang menembus pasar global.
“Kolaborasi dalam kegiatan ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas. Ini akan menjadi pengalaman berharga bagi pelaku UMKM kita yang nantinya terpilih,” ujar Airin.
Dalam proses kurasi tersebut, sejumlah produk unggulan turut ditampilkan, di antaranya minyak Karo, tas berbahan ulos, tenun Melayu, uis Karo, aksesori berbahan manik-manik, hingga tas anyaman dari hasil pengolahan limbah plastik.
Airin mengungkapkan, pihaknya juga melakukan pembinaan langsung kepada beberapa pelaku usaha, mulai dari pemilihan bahan, kualitas jahitan, hingga pemilihan kain. Hal itu dilakukan agar produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar kualitas dan memiliki daya saing tinggi.
Menurutnya, produk-produk tersebut menunjukkan potensi besar UMKM Kota Medan, termasuk dalam mendukung gerakan daur ulang dan pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan agar pelaku UMKM mampu mengikuti tren pasar dan terus berkembang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, para pelaku UMKM juga memamerkan sekaligus menjelaskan keunggulan produk masing-masing kepada tim kurator.
Sementara itu, perwakilan Uniqlo, Christopher Mogot, mengatakan program Neighborhood Collaboration telah diterapkan di sejumlah toko di Indonesia dengan menampilkan produk UMKM pilihan yang telah melalui proses kurasi.
Ia menjelaskan, produk yang terpilih nantinya akan dilengkapi barcode yang terhubung ke akun Instagram pelaku usaha sehingga memudahkan pelanggan mengenal produk hingga melakukan transaksi secara langsung.
“Ketika pelanggan melihat produk tersebut dan tertarik, mereka bisa memindai barcode, terhubung dengan penjual, dan melakukan transaksi,” jelas Christopher. (Mery/red)

































