Pemko Medan Percepat Digitalisasi Bansos, Rico Waas Siapkan 5.080 Agen Pendamping

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 19:21 WIB

4069 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Ruang Kuala Deli, Bank Indonesia, Senin, 25 Mei 2026.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Ruang Kuala Deli, Bank Indonesia, Senin, 25 Mei 2026.

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Pemerintah Kota Medan mulai mempercepat digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan menargetkan validasi data terhadap sekitar 792 ribu kepala keluarga (KK) dalam waktu satu bulan.

Langkah tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Ruang Kuala Deli, Bank Indonesia, Senin, 25 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Rico Waas menilai digitalisasi menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan klasik penyaluran bansos yang selama ini dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

Menurut dia, keluhan masyarakat terkait penerima bantuan yang dianggap tidak sesuai masih sering terjadi akibat data yang belum valid dan masih dipengaruhi faktor subjektivitas di lapangan.

“Sering muncul pertanyaan di masyarakat mengapa ada warga yang dianggap mampu justru menerima bantuan, sementara yang membutuhkan tidak terdata. Ini menunjukkan pentingnya validasi dan transparansi data,” ujar Rico Waas.

Ia menegaskan sistem bansos ke depan harus berbasis data terintegrasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan.

Rico Waas juga menyebut Kota Medan menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi implementasi digitalisasi bansos secara nasional setelah sebelumnya diterapkan di Banyuwangi.

Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun sistem pendataan yang lebih profesional dan objektif.

“Ke depan tidak boleh ada lagi pendataan berdasarkan suka atau tidak suka. Semua harus berbasis data riil dan terverifikasi,” katanya.

Kegiatan itu diikuti pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, serta unsur masyarakat yang terlibat dalam proses pendataan sosial di Kota Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyoroti pentingnya penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian utama sistem digitalisasi. Ia meminta seluruh aparatur pemerintah daerah segera mengaktifkan IKD untuk mendukung integrasi data.

Untuk mempercepat proses validasi, Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan sekitar 5.080 agen pendamping sosial yang berasal dari unsur PKK, perangkat kelurahan, dan pendamping sosial lainnya.

Para agen tersebut ditugaskan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap sekitar 792 ribu KK di Kota Medan.

Rico Waas menargetkan setiap agen mampu mendata minimal lima kepala keluarga per hari agar proses validasi dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.

Ia mengakui proses validasi kemungkinan akan menunjukkan jumlah warga yang membutuhkan bantuan lebih besar dari data sebelumnya. Namun, menurutnya, kondisi itu harus dihadapi secara terbuka demi menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

“Kalau ternyata jumlah warga yang membutuhkan lebih banyak, itu harus kita hadapi dengan jujur. Dengan data valid, pemerintah bisa menyiapkan solusi yang lebih tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Erliani Budi Lestari, mengatakan digitalisasi bansos merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan nasional.

Menurut dia, sistem tersebut memungkinkan proses registrasi, verifikasi biometrik, hingga penentuan penerima bansos dilakukan secara lebih transparan dan real time.

“Kota Medan menjadi salah satu lokus penting dalam pengembangan digitalisasi bansos nasional karena dinilai memiliki kesiapan ekosistem pemerintahan yang baik,” katanya.

Senada dengan itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, menilai digitalisasi bansos akan meningkatkan akurasi data sekaligus memperluas akses layanan sosial kepada masyarakat.

Ia menyebut aplikasi portal yang digunakan nantinya dapat mempermudah proses registrasi, verifikasi, serta pembaruan data penerima manfaat secara berkala.

“Kami berharap sistem ini membuat penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran, akuntabel, dan inklusif,” ujar Didit. (Mery/red)

Berita Terkait

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan
Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru