ATAPKOTA.COM, BENGKULU – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) mulai melakukan survei awal Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur, sebagai langkah mengenal kondisi sosial masyarakat sekaligus menyusun program kerja yang sesuai kebutuhan desa.
Kegiatan survei tersebut berlangsung belum lama ini dan diikuti oleh kelompok mahasiswa peserta KKN yang akan menjalankan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa melakukan observasi lingkungan, pendataan potensi desa, serta berdiskusi langsung bersama masyarakat dan aparatur desa terkait berbagai kebutuhan maupun persoalan yang dihadapi warga.
Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Meles Bawah. Warga berharap program KKN yang nantinya dijalankan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan desa, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan pelayanan masyarakat.
Ketua Kelompok KKN, Muhammad Ilham Ramadhan, mengatakan survei awal dilakukan untuk memastikan program kerja yang disusun benar-benar tepat sasaran dan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, sejumlah program yang tengah disiapkan akan difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), literasi digital, hingga pengembangan inovasi pelayanan desa.
“Melalui survei ini kami ingin mengetahui langsung kondisi masyarakat agar program kerja yang kami buat benar-benar bermanfaat dan berdampak bagi warga Desa Meles Bawah,” ujar Muhammad Ilham Ramadhan.
Selain menjadi bagian dari tahapan persiapan KKN, kegiatan survei tersebut juga dimanfaatkan mahasiswa untuk membangun komunikasi awal dengan masyarakat dan pemerintah desa agar pelaksanaan program nantinya berjalan lebih efektif.
Mahasiswa berharap sinergi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terjalin dengan baik selama pelaksanaan KKN berlangsung sehingga mampu menghadirkan kontribusi positif bagi pembangunan desa.
Kontributor : Sudarwan-atapkota.
































