Kasus Salah Sasaran, Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Jaka Jannes Malau Hingga Tewas di Taman Bunga

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:06 WIB

40223 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini.

Screenshot video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Seorang pria bernama Jaka Jannes Malau (24) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar enam orang yang disebut sebagai anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Taman Bunga, Jalan WR Supratman, Kecamatan Siantar Barat, pada 28 Mei 2026. Dalam penanganan kasus ini, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang pelaku, masing-masing Franky Silaen (30) dan Rohit Panjaitan (24), sementara sejumlah pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berawal dari perselisihan antara seorang pembuat tato berinisial MS dengan salah satu terduga pelaku berinisial RS (DPO) terkait biaya jasa pembuatan tato.

“Awalnya terjadi komplain terkait biaya pembuatan tato sebesar Rp600 ribu. Dari situ kemudian muncul perselisihan yang berkembang menjadi peristiwa lain,” ujar AKP Sandi.

Dalam perkembangan kejadian, RS mendatangi MS yang berada di kawasan Taman Bunga, kemudian membawa yang bersangkutan ke lokasi lain di sekitar Taman Hewan Pematangsiantar. Di lokasi tersebut, RS bertemu dengan beberapa orang lainnya yang kemudian ikut dalam rangkaian peristiwa.

Setelah terjadi cekcok, rombongan kembali bergerak menuju kawasan Taman Bunga. Di lokasi tersebut, RS diduga keliru mengidentifikasi korban Jaka Jannes Malau sebagai rekan dari MS.

“Tanpa dilakukan klarifikasi, korban diduga langsung dituduh sebagai rekan dari pembuat tato tersebut, sehingga terjadi kesalahpahaman yang berujung pada pengeroyokan,” jelasnya.

Korban sempat berusaha memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak terlibat dalam persoalan tersebut. Namun, para pelaku tetap melakukan penganiayaan hingga korban mengalami luka berat.

Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar, kemudian dirujuk ke RSUD Djasamen Saragih karena kondisinya kritis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia pada 29 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal akibat pendarahan pada bagian belakang kepala yang menyebabkan cedera serius pada otak.

“Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal akibat pendarahan di bagian otak belakang,” kata AKP Sandi.

Polisi menyebutkan bahwa terdapat sekitar enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Dua orang telah ditangkap, sementara empat lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa para pelaku diduga memiliki keterkaitan dengan salah satu organisasi kemasyarakatan. Namun, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tersebut.

AKP Sandi menegaskan bahwa korban diduga merupakan sasaran yang keliru dalam insiden tersebut.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga bukan target utama, melainkan salah sasaran dalam peristiwa ini,” pungkasnya. (red)

Berita Terkait

Lima Tahun Berturut-turut, Pemkab Asahan Raih Predikat Informatif KI Award 2026
DEN Bahas Strategi Menjaga Harga BBM Bersubsidi dan Keberlanjutan Fiskal
DEN Laporkan Isu Strategis kepada Prabowo, dari Pangan hingga Pasar Modal
Prabowo Hadiri Persemayaman Mantan KSAD Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad
Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Tingkat Kecamatan
DEN Proyeksikan Ekspor Hilirisasi Indonesia Capai US$ 50 Miliar pada 2026
Kajian DEN: Penerima MBG Cenderung Lebih Jarang Absen dan Lebih Semangat Belajar
Digitalisasi Bansos: DEN Laporkan 11,5 Juta KK Telah Terdaftar kepada Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Lima Tahun Berturut-turut, Pemkab Asahan Raih Predikat Informatif KI Award 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

DEN Bahas Strategi Menjaga Harga BBM Bersubsidi dan Keberlanjutan Fiskal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:04 WIB

DEN Laporkan Isu Strategis kepada Prabowo, dari Pangan hingga Pasar Modal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Prabowo Hadiri Persemayaman Mantan KSAD Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Tingkat Kecamatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Kajian DEN: Penerima MBG Cenderung Lebih Jarang Absen dan Lebih Semangat Belajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Digitalisasi Bansos: DEN Laporkan 11,5 Juta KK Telah Terdaftar kepada Prabowo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wapres Gibran Terima WALUBI, Dorong Penguatan Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026.

EKONOMI & BISNIS

DEN Laporkan Isu Strategis kepada Prabowo, dari Pangan hingga Pasar Modal

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB