ATAPKOTA.COM, TANGGERANG – Keluarga Ureung Pidie (KUPI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum terpilih Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H., menggelar silaturahmi perdana sebagai langkah awal konsolidasi organisasi sekaligus mempererat ukhuwah masyarakat Pidie di perantauan.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman H. Rahmatullah, S.I.P., S.M., di Komplek Modernland, Kota Tangerang, Minggu (21/6/2026), berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan.
Silaturahmi ini menjadi agenda perdana setelah terpilihnya Asfifuddin sebagai Ketua Umum KUPI periode 2026–2030, yang sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan gagasan antarwarga Pidie di wilayah Jabodetabek.
Sejumlah tokoh masyarakat Pidie dari berbagai bidang hadir dalam pertemuan tersebut, mulai dari akademisi, birokrat, profesional, hingga pengusaha yang telah berkiprah di tingkat nasional.
Di antaranya H. T. Safli Didoh, Dr. Ir. H. Ridwan Nyak Baik, M.M., Drs. H. Teuku Muhammad Nurlif, S.E., H. Jose Rizal, B.B.A., M.B.A., Ir. Teuku Burhanuddin, Dr. Mahdani, S.E., S.T., M.Si., M.M., H. Muallim S. Unoe, S.H., M.H., drh. H. Arief Djamaluddin, M.Si., serta Dr. Saiful Rahmad Adam, M.Ag., bersama tokoh lainnya.
Dalam forum tersebut, para peserta tidak hanya memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga membahas arah pengembangan organisasi ke depan, termasuk peluang kolaborasi lintas sektor untuk kemajuan masyarakat Pidie.
KUPI dinilai memiliki modal sosial dan intelektual yang kuat berkat keberagaman latar belakang anggotanya yang tersebar di berbagai sektor strategis nasional.
Di bawah kepemimpinan Asfifuddin, KUPI diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah kebersamaan, tetapi juga berkembang menjadi ruang lahirnya gagasan dan aksi nyata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Sejumlah peserta menekankan pentingnya peran organisasi dalam melahirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat pemberdayaan generasi muda, serta meningkatkan kontribusi diaspora Pidie di berbagai bidang pembangunan.
Silaturahmi tersebut juga dipandang sebagai langkah awal membangun organisasi yang lebih solid, inklusif, dan berorientasi pada manfaat sosial, baik bagi warga di perantauan maupun di tanah kelahiran Pidie.
Para tokoh yang hadir sepakat bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari struktur dan jumlah anggota, tetapi dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Laporan : M Fiqri-atapkota.

































