AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:58 WIB

40141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY resmi menutup Rakernas XVIII APEKSI di Medan.

AHY resmi menutup Rakernas XVIII APEKSI di Medan.

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian agenda para wali kota se-Indonesia yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis guna memperkuat pembangunan perkotaan dan sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Acara penutupan dihadiri Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku tuan rumah, anggota DPR RI Muhammad Lokot Nasution, Komisaris Independen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pietra Machreza Paloh, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, para wali kota se-Indonesia, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, serta Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman.

Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kota yang tangguh sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, Rakernas APEKSI menjadi forum strategis karena mempertemukan para kepala daerah yang memahami secara langsung kebutuhan serta tantangan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kami ingin membangun semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kota-kota yang tangguh akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Indonesia,” ujar AHY.

Ia menjelaskan bahwa kawasan perkotaan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari urbanisasi, kepadatan permukiman, kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi. Karena itu, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dinilai perlu terus diperkuat guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi ketimpangan pembangunan, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain pembangunan fisik, AHY menilai pendekatan berbasis riset, inovasi, dan teknologi menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola kota yang adaptif. Ia berharap APEKSI terus menjadi ruang kolaborasi antarpemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah, pemerintah pusat, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan.

Menurut Rico, pelaksanaan Rakernas tahun ini memiliki makna tersendiri karena berlangsung bertepatan dengan Hari Jadi Kota Medan ke-436 yang diperingati pada 1 Juli 2026.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menjadi kebanggaan bagi Kota Medan. Apalagi Rakernas ini berlangsung bertepatan dengan Hari Jadi Kota Medan ke-436. Ini merupakan kado yang sangat berharga bagi kami,” kata Rico.

Ia menjelaskan, Rakernas XVIII APEKSI tidak hanya menjadi forum para wali kota, tetapi juga melibatkan perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha, dan generasi muda melalui berbagai agenda, salah satunya Youth City Changers (YCC) yang menjadi ruang bertukar gagasan dan inovasi bagi delegasi muda dari berbagai kota di Indonesia.

Selain itu, sejumlah forum sektoral turut digelar, antara lain Forum Bappeda, Forum Pangan, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi dan Informatika, serta Forum Investasi. Seluruh forum tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Rico mengungkapkan bahwa para wali kota juga menyepakati sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan transformasi digital pemerintahan, penguatan ketahanan pangan dan mitigasi bencana, pembangunan infrastruktur perkotaan berkelanjutan, hingga penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap seluruh rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Indonesia ke depan,” ujarnya.

Dalam rangkaian penutupan Rakernas juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan APEKSI sebagai bagian dari penguatan kerja sama antarlembaga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi menegaskan komitmen pemerintah kota di seluruh Indonesia untuk menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam mendukung pelaksanaan berbagai program nasional.

Menurutnya, APEKSI tidak hanya menjadi wadah komunikasi antarkepala daerah, tetapi juga forum untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.

“Kami di APEKSI mendukung penuh program strategis nasional. Di sisi lain, kami juga ingin menyampaikan kondisi yang dihadapi daerah agar setiap program pemerintah pusat dapat berjalan lebih efektif,” ujar Eri.

Sebagai contoh, ia menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih optimal apabila pemerintah kota dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Eri turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan atas penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI yang dinilai berjalan sukses.

“Terima kasih kepada Mas Rico Waas beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan. Rakernas APEKSI kali ini luar biasa dan akan menjadi kenangan indah bagi kami. Kami berharap dapat kembali lagi ke Kota Medan,” ucapnya.

Pada penutupan Rakernas XVIII APEKSI tersebut, Eri Cahyadi juga mengumumkan bahwa Kota Bandung ditetapkan sebagai tuan rumah Rakernas XIX APEKSI Tahun 2027. Ia berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas tahun ini dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan kota-kota di Indonesia sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. (Mery/red)

Berita Terkait

Polsek Purba Telusuri Aduan Dugaan Perusakan Mobil dan Kehilangan Rp 4 Juta
bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir
Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian, Kerugian Ditaksir 30 Juta
Alokasi Bedah Rumah Sumut Naik Jadi 15.011 Unit, Pemkab dan Pemko Diminta Percepat Realisasi
Antisipasi Banjir di Medan, BPBD Siagakan 53 Personel TRC dan Peralatan Evakuasi
Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Perluas Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia
Temui Kajari Samosir, Wabup Ariston Dorong Pendampingan Hukum dan Penyuluhan bagi ASN
Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Polsek Purba Telusuri Aduan Dugaan Perusakan Mobil dan Kehilangan Rp 4 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:30 WIB

bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian, Kerugian Ditaksir 30 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Alokasi Bedah Rumah Sumut Naik Jadi 15.011 Unit, Pemkab dan Pemko Diminta Percepat Realisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Antisipasi Banjir di Medan, BPBD Siagakan 53 Personel TRC dan Peralatan Evakuasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Temui Kajari Samosir, Wabup Ariston Dorong Pendampingan Hukum dan Penyuluhan bagi ASN

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Wakil Bupati Asahan Buka PORKAB KORPRI 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Berita Terbaru