ATAPKOTA.COM, ACEH SINGKIL – Masyarakat Kabupaten Aceh Singkil kembali memiliki akses transportasi udara melalui layanan penerbangan perintis rute Singkil–Medan dan Medan–Singkil pada tahun anggaran 2026. Layanan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas Aceh Singkil dengan Kota Medan, Sumatera Utara.
Penerbangan perintis tersebut dilayani Susi Air melalui Bandara Syekh Hamzah Fansuri, Aceh Singkil, dengan tujuan Bandara Kualanamu, Medan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil, Syam’un Nst., S.ST., M.Pi., mengatakan penerbangan perintis memiliki peran penting bagi masyarakat karena menawarkan alternatif perjalanan yang lebih cepat dibandingkan jalur darat.
“Penerbangan perintis ini sangat membantu masyarakat karena dapat memangkas waktu perjalanan dibandingkan menggunakan jalur darat. Kita berharap layanan ini dapat terus berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Syam’un.
Berdasarkan informasi penerbangan tahun anggaran 2026 yang disampaikan dalam bahan pemberitaan, rute Medan–Singkil dijadwalkan beroperasi setiap Kamis pukul 12.50 WIB dengan tarif Rp563.430.
Sementara itu, penerbangan dari Singkil menuju Medan dijadwalkan setiap Kamis pukul 13.50 WIB dengan tarif Rp450.780.
Selain menyediakan akses perjalanan udara, layanan penerbangan tersebut juga memberikan fasilitas bagasi gratis hingga 10 kilogram bagi setiap penumpang, berdasarkan informasi yang disampaikan.
Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat Aceh Singkil memiliki pilihan transportasi alternatif untuk melakukan perjalanan ke Medan maupun sebaliknya.
Syam’un mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus memberikan perhatian terhadap pengembangan konektivitas transportasi udara.
Menurutnya, penerbangan perintis tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat mendukung berbagai aktivitas daerah, mulai dari perdagangan, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, investasi hingga pariwisata.
“Harapan kita masyarakat dapat memanfaatkan penerbangan ini dengan baik. Semakin tinggi tingkat pemanfaatannya, tentu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan penerbangan ke Aceh Singkil,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tingkat keterisian penumpang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan layanan penerbangan perintis.
Pemanfaatan penerbangan oleh masyarakat juga dapat menjadi indikator kebutuhan konektivitas udara antara Aceh Singkil dan Medan. Karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat menggunakan layanan tersebut sesuai kebutuhan.
Selain mempertahankan layanan yang telah tersedia, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga berharap frekuensi penerbangan dapat ditambah apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.
Penambahan jadwal tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan waktu perjalanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas daerah.
Kehadiran kembali penerbangan perintis Singkil–Medan diharapkan tidak hanya mempersingkat waktu tempuh masyarakat, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pusat perdagangan, pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi dan pariwisata di Medan.
Dengan demikian, keberlanjutan layanan penerbangan perintis menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas wilayah Aceh Singkil yang memiliki keterbatasan pilihan transportasi darat dan udara.
Laporan : Dalian Bancin-atapkota.































