Sosialisasi Ranperda Perlindungan Pekerja Rentan di Pematangsiantar, Darma Putra Rangkuti: Regulasi Harus Berpihak pada Masyarakat

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:20 WIB

40152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., menyosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Rentan kepada masyarakat di halaman Kantor Sekretariat KBSB, Jalan Supratman, Kota Pematangsiantar, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami skema perlindungan jaminan sosial sekaligus menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pekerja yang belum memiliki kepastian penghasilan maupun perlindungan sosial.

Hadir sebagai narasumber, Pimpinan Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pematangsiantar Aristoteles Sitinjak, yang menjelaskan manfaat program jaminan sosial bagi pekerja rentan, khususnya mereka yang bekerja secara mandiri dan tidak menerima upah tetap dari pemerintah maupun perusahaan.

Menurut Aristoteles, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi penting karena perlindungan sosial dapat membantu pekerja maupun keluarganya ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja atau kondisi lain yang dijamin program.

Ia mencontohkan kasus kecelakaan kerja dan kebakaran di kawasan industri Sei Mangkei. Menurutnya, pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan memiliki hak memperoleh manfaat sesuai program dan ketentuan kepesertaan.

Aristoteles juga mengingatkan pekerja yang sudah bekerja di perusahaan tetapi belum terdaftar agar menanyakan status kepesertaannya kepada pemberi kerja.

Dalam sesi dialog, masyarakat turut menanyakan sejumlah hal, termasuk mengenai batas usia kepesertaan dan perlindungan ketika mengalami kecelakaan kerja.

Aristoteles menjelaskan bahwa pendaftaran peserta pekerja rentan dilakukan sesuai ketentuan program, termasuk batas usia yang berlaku. Ia juga menegaskan manfaat perlindungan diberikan berdasarkan jenis program dan ketentuan yang dipenuhi peserta.

Sementara itu, Darma Putra Rangkuti mengatakan sosialisasi tersebut tidak sekadar menjelaskan substansi Ranperda, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat sebelum regulasi tersebut dibahas dan ditetapkan.

Ia menjelaskan pekerja rentan mencakup masyarakat yang bekerja di sektor informal, tidak memiliki hubungan kerja formal, serta memiliki pendapatan yang tidak selalu tetap. Kelompok tersebut antara lain pedagang kaki lima, pedagang asongan dan pekerja sektor informal lainnya.

“Ranperda ini harus benar-benar memberikan manfaat dan berpihak kepada masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penyusunannya,” ujar Darma.

Menurut Darma, Ranperda Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Rentan ditargetkan dapat disahkan pada awal 2027. Ia mengatakan regulasi tersebut diharapkan memperluas akses perlindungan sosial bagi masyarakat Sumatera Utara yang selama ini belum mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan secara memadai.

Darma juga mengapresiasi Pemerintah Kota Pematangsiantar yang disebut telah memberikan perlindungan kepada sekitar 8.900 warga. Ia berharap cakupan tersebut dapat terus diperluas.

Untuk 2027, pihaknya menargetkan program perlindungan pekerja rentan di tingkat Provinsi Sumatera Utara dapat menjangkau sekitar 100.000 warga. Darma menyatakan akan memperjuangkan agar Kota Pematangsiantar mendapat prioritas dalam perluasan program tersebut.

Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumatera Utara, Darma menegaskan penyusunan regulasi harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan memiliki manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kepesertaan, manfaat perlindungan, dan mekanisme jaminan sosial bagi pekerja sektor informal.

 

Laporan : Larsen Simatupang-atapkota.

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru