Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 04:17 WIB

4018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres mengunjungi SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026).

Wapres mengunjungi SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026).

ATAPKOTA.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau fasilitas pendidikan di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara di Kalimantan, Kamis (10/9/2026). Wapres mengunjungi SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan siswa.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan sekolah dalam menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi udara di wilayah terdampak karhutla. Menurutnya, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam situasi kualitas udara yang menurun.

Gibran menegaskan, kondisi udara dan kesehatan siswa harus menjadi pertimbangan dalam menentukan metode maupun waktu pembelajaran. Apabila kondisi memburuk, pemerintah daerah dan pihak sekolah perlu siap melakukan penyesuaian agar kegiatan belajar tidak mengesampingkan aspek kesehatan.

“Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa. Kalau kondisi memburuk, sekolah dan pemerintah daerah harus siap menyesuaikan kembali kegiatan belajar,” tegas Gibran.

Selain menyoroti keberlangsungan proses pembelajaran, Wapres meminta sekolah memperkuat langkah perlindungan kesehatan siswa. Salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan membangun koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar sekolah.

“Aktifkan UKS dan kolaborasikan dengan puskesmas terdekat, agar siswa yang sakit bisa segera tertangani,” pintanya.

Wapres juga mendorong pemberian edukasi kepada siswa dan masyarakat mengenai langkah perlindungan diri selama kondisi kabut asap. Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami langkah yang perlu dilakukan ketika kualitas udara menurun, termasuk penggunaan masker dan pembatasan aktivitas yang berisiko terhadap kesehatan.

Peninjauan dua fasilitas pendidikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Wapres di wilayah Kalimantan dalam melihat penanganan dampak karhutla. Pemerintah didorong tidak hanya berfokus pada penanganan titik api, tetapi juga memastikan perlindungan masyarakat dan keberlangsungan layanan dasar tetap berjalan.

Dalam konteks pendidikan, kondisi kualitas udara menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena itu, koordinasi antara sekolah, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan pihak terkait menjadi penting agar keputusan mengenai kegiatan belajar dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan bahwa penanganan karhutla perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan memberikan perhatian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, serta memastikan hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan tetap berjalan secara aman dan sesuai kondisi kesehatan.(RE/red)

 

Berita Terkait

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya
Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani
Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan
PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah
Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama
PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan
150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja
Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:22 WIB

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 11 September 2026 - 04:17 WIB

Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran

Jumat, 11 September 2026 - 03:10 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani

Jumat, 11 September 2026 - 02:22 WIB

Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 22:13 WIB

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Kamis, 10 September 2026 - 19:41 WIB

Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp

Berita Terbaru

ACEH SINGKIL

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:13 WIB