Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Soroti Kepemimpinan Bobby di Forum IMT-GT

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 16:56 WIB

4019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir memuji komitmen dan kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mendorong penguatan kerja sama ekonomi kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Hal itu disampaikan Akmal usai menghadiri rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9/2026).

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir memuji komitmen dan kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mendorong penguatan kerja sama ekonomi kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Hal itu disampaikan Akmal usai menghadiri rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir menilai Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mendorong kolaborasi ekonomi lintas negara.

Penilaian tersebut disampaikan Akmal setelah mengikuti rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9/2026). Dalam pertemuan itu, Akmal menyebut paparan Bobby memberikan gambaran mengenai sejumlah peluang ekonomi yang dapat dikembangkan di Sumut.

Akmal mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan pertamanya bertemu langsung dengan Bobby. Dari pertemuan itu, ia melihat adanya potensi ekonomi yang cukup besar sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama kawasan.

Menurut Akmal, kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Thailand masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan. Beberapa sektor yang dinilai potensial antara lain perdagangan, konektivitas, logistik, pariwisata, dan kesehatan.

Posisi geografis Sumatera yang relatif dekat dengan Malaysia dan Thailand juga dinilai menjadi salah satu keunggulan dalam pengembangan konektivitas ekonomi IMT-GT.

Akmal mencontohkan konektivitas logistik Malaysia melalui Pelabuhan Pulau Pinang yang terhubung dengan jaringan kereta api menuju Perlis dan Thailand. Menurut dia, penguatan konektivitas antarkawasan dapat membuka jalur perdagangan yang lebih luas di kawasan IMT-GT.

Ia juga menyoroti hubungan Indonesia-Malaysia yang semakin terkoneksi melalui jalur udara. Akmal menyebut terdapat sekitar 60 penerbangan setiap pekan yang menghubungkan Malaysia dengan Medan.

Menurutnya, frekuensi penerbangan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus membuka ruang bagi penguatan hubungan ekonomi dan bisnis kedua wilayah.

Selain perdagangan, Akmal melihat peluang kerja sama pada sektor pariwisata dan kesehatan. Malaysia yang mengembangkan sektor wisata kesehatan dinilai memiliki peluang untuk membangun kolaborasi dengan daerah-daerah di Sumatera.

Sektor komoditas juga menjadi perhatian. Kelapa sawit, beras, serta berbagai produk pertanian lainnya dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan perdagangan dan perluasan pasar antarnegara.

Akmal berharap pemerintah daerah di kawasan IMT-GT, termasuk Sumut, dapat terus memperkuat koordinasi lintas negara sehingga kerja sama regional tidak hanya menghasilkan kesepakatan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat.

Dalam forum yang sama, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi yang dinilai memiliki relevansi dengan pengembangan ekonomi kawasan IMT-GT.

Bobby hadir sebagai Chair of the Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) dan menyampaikan laporan dalam rangkaian pertemuan tingkat menteri tersebut.

Sejumlah proyek yang dipaparkan mencakup Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dengan luas 1.934 hektare, Toba Caldera Resort di kawasan Danau Toba dengan nilai investasi yang disebut mencapai US$1,73 miliar, Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) seluas 2.445 hektare, serta pengembangan pusat ekonomi kreatif, MICE, dan smart city terpadu di Deli Serdang.

Namun, angka nilai investasi dan luas kawasan tersebut perlu dibaca sebagai bagian dari paparan peluang atau proyek strategis yang dibawa ke forum. Angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh investasi telah terealisasi secara penuh.

Forum juga membahas sejumlah potensi proyek dari wilayah lain di Sumatera.

Aceh, misalnya, menawarkan pengembangan rumah sakit wisata medis di Sabang. Dalam paparan yang disampaikan, proyek tersebut disebut memiliki nilai investasi tertentu. Riau membawa rencana pengembangan jalur RORO Dumai-Melaka dan kawasan Tanjung Buton, sedangkan Kepulauan Riau mengandalkan Kawasan Perdagangan Bebas Batam-Bintan-Karimun.

Jambi turut menawarkan Kawasan Ekonomi Khusus Ujung Jabung dengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp87,87 triliun. Sementara itu, Lampung menargetkan investasi sektor pariwisata sebesar Rp19 triliun.

Selain proyek ekonomi dan investasi, pertemuan IMT-GT ke-32 juga membahas perkembangan Sustainable Urban Development Framework (SUDF).

Dalam laporan forum, disebutkan bahwa Sekretariat ASEAN mencatat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja yang berkaitan dengan Rencana Strategis Konektivitas ASEAN. Sementara itu, ASEAN Smart City Network telah berkembang dengan 38 kota anggota.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa agenda kerja sama IMT-GT tidak hanya diarahkan pada perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup pembangunan perkotaan berkelanjutan, konektivitas, dan pengembangan kota cerdas.

Bobby kemudian menyampaikan lima rekomendasi CMGF untuk memperkuat implementasi kerja sama kawasan.

Salah satu rekomendasi tersebut adalah mendorong mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan pemerintah provinsi dan negara bagian sebagai penggerak utama konektivitas serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Forum juga mendorong penguatan konsep hijau dalam CMGF agar agenda Green City dapat berjalan selaras dengan SUDF. Selain itu, IMT-GT Green City Award diharapkan tetap dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari dorongan terhadap pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Rekomendasi lainnya berkaitan dengan penguatan SUDF melalui koordinasi pemerintah pusat dan daerah serta pemanfaatan kolaborasi ADB dan ASEAN untuk mendukung kebutuhan teknis maupun pembiayaan berbagai inisiatif koridor ekonomi dan Green City.

Kehadiran berbagai proyek strategis Sumut dalam forum IMT-GT membuka peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada mitra regional. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan proyek yang dipaparkan memiliki kesiapan investasi, kepastian regulasi, dukungan infrastruktur, konektivitas, serta skema pembiayaan yang jelas.

Peluang kerja sama yang disampaikan Menteri Ekonomi Malaysia juga menunjukkan bahwa kedekatan geografis Sumut dengan Malaysia dapat menjadi modal penting. Namun, manfaat ekonomi kawasan tetap bergantung pada kemampuan pemerintah dan pelaku usaha menerjemahkan peluang tersebut menjadi kerja sama dan investasi yang terukur.

Dengan demikian, forum IMT-GT tidak berhenti pada penyampaian potensi dan rencana. Pemerintah daerah perlu memastikan perkembangan setiap proyek dapat dipantau melalui indikator yang lebih konkret, seperti realisasi investasi, pembangunan fisik, penyerapan tenaga kerja, peningkatan perdagangan, serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.(AP/red)

 

Berita Terkait

Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan
PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah
Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama
PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan
150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja
Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp
Perubahan APBD Sumut 2026 Disepakati, Bobby Nasution Soroti Kecepatan dan Ketepatan Pelaksanaan
Listrik EBT Sumut Capai 46 Persen, Pemprov Dorong Investasi Energi Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 02:22 WIB

Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 22:13 WIB

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 September 2026 - 21:44 WIB

Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama

Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Kamis, 10 September 2026 - 18:10 WIB

Perubahan APBD Sumut 2026 Disepakati, Bobby Nasution Soroti Kecepatan dan Ketepatan Pelaksanaan

Kamis, 10 September 2026 - 18:05 WIB

Listrik EBT Sumut Capai 46 Persen, Pemprov Dorong Investasi Energi Ramah Lingkungan

Kamis, 10 September 2026 - 18:01 WIB

DWP Sumut Dorong Pelajar Perkuat Kejujuran, Disiplin, dan Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru

ACEH SINGKIL

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:13 WIB