Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 03:10 WIB

4021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming tetap melanjutkan kunjungannya ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis (10/9/2026).

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming tetap melanjutkan kunjungannya ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis (10/9/2026).

ATAPKOTA.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming tetap melanjutkan kunjungannya ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di tengah kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menyulitkan proses pendaratan pesawat pada Kamis (10/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau sejumlah lokasi terdampak karhutla, termasuk Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penanganan satwa terdampak karhutla sekaligus memastikan kebutuhan perawatan dan pemulihan tersedia secara memadai. Wapres hadir bersama dokter hewan, relawan, serta pihak yang selama ini terlibat dalam upaya perlindungan satwa.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Gibran.

Saat berada di pusat rehabilitasi, Wapres melihat proses perawatan orangutan dan berdialog dengan dokter hewan, relawan, serta tim BOSF. Ia juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk menunjang kebutuhan penanganan satwa, antara lain obat-obatan, bawang bombai, dan alat nebulizer.

Menurut Wapres, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya berfokus pada keselamatan manusia. Pemulihan satwa harus berjalan beriringan dengan perbaikan kondisi habitat agar keberlangsungan hidup satwa dapat terjaga dalam jangka panjang.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” tegasnya.

Dalam peninjauan itu, Gibran juga mengunjungi Forest School BOSF Nyaru Menteng, yang menjadi lokasi pembinaan 17 orangutan. Ia kemudian melihat area Karantina Individu Orangutan untuk menyaksikan proses nebulisasi atau pemberian uap sebagai salah satu bentuk penanganan terhadap satwa yang membutuhkan perawatan.

Di area karantina tersebut, sekitar 90 orangutan menjalani perawatan dalam sejumlah kandang yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing satwa.

Wapres turut memberikan apresiasi kepada dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, dan seluruh pihak yang terus melakukan upaya perlindungan serta perawatan satwa di wilayah terdampak bencana.

“Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,” kata Gibran.

Kunjungan tersebut menegaskan perhatian pemerintah terhadap penanganan dampak karhutla yang tidak hanya menyasar keselamatan masyarakat, tetapi juga keberlangsungan satwa dan pemulihan habitatnya.

Namun, keberlanjutan pemulihan tersebut tetap membutuhkan dukungan lintas pihak, terutama dalam memastikan ketersediaan pakan, air, fasilitas medis, tenaga perawat satwa, serta kondisi habitat yang memadai setelah dampak karhutla berlalu.(RE/red)

 

Berita Terkait

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya
Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran
Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan
PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah
Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama
PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan
150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja
Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:22 WIB

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 11 September 2026 - 04:17 WIB

Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran

Jumat, 11 September 2026 - 03:10 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani

Jumat, 11 September 2026 - 02:22 WIB

Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 22:13 WIB

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Kamis, 10 September 2026 - 19:41 WIB

Luncurkan 5 Aplikasi Layanan Publik, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp

Berita Terbaru

ACEH SINGKIL

PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:13 WIB