ATAPKOTA.COM, SUMUT – Polda Sumatera Utara terus mempercepat penanganan bencana banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Dalam upaya menjaga akses komunikasi masyarakat, Polda Sumut kini memanfaatkan jaringan Starlink sebagai sarana penghubung yang tetap berfungsi meskipun jaringan seluler konvensional terganggu. Karena beberapa wilayah mengalami isolasi, kehadian teknologi ini menjadi krusial bagi keselamatan warga.
Hingga saat ini, perangkat Starlink sudah digunakan di wilayah yang terdampak paling parah, terutama di Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Utara. Beberapa titik di dua daerah tersebut mengalami putusnya jaringan akibat longsor dan rusaknya infrastruktur telekomunikasi. Dengan jaringan berbasis satelit ini, warga tetap dapat mengirim pesan, melakukan panggilan, dan menyampaikan informasi darurat kepada keluarga maupun petugas di lapangan.
Sebagai langkah respons cepat, Tim Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Sumut menyiagakan tiga perangkat Starlink. Salah satu perangkat bahkan diterbangkan menuju Tapanuli Tengah menggunakan helikopter agar jangkauan layanan komunikasi darurat semakin luas. Karena bersifat mobile system, perangkat ini dapat dipindahkan sesuai kebutuhan dan titik prioritas yang membutuhkan akses cepat.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa pemanfaatan Starlink menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memastikan warga tetap terhubung pada situasi kritis. “Penggunaan Starlink sangat membantu warga yang terisolasi akibat banjir dan longsor. Dengan jaringan ini, masyarakat bisa menghubungi keluarga dan menyampaikan kondisi darurat secara cepat. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Ferry juga menegaskan bahwa Polda Sumut terus mengerahkan seluruh sumber daya, baik personel maupun teknologi, untuk mendukung pemulihan di wilayah terdampak. Karena perangkat Starlink bersifat bergerak, tim dapat menempatkannya pada lokasi yang membutuhkan akses komunikasi paling mendesak. Polda Sumut pun mengimbau warga agar tetap waspada dan memanfaatkan layanan komunikasi darurat secara optimal selama proses pemulihan berlangsung. (AK1)

































