Hadiri HUT ke-80 PGRI Medan, Rico Waas Dorong Guru Seimbangkan Teknologi dan Pendekatan Emosional

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:36 WIB

40190 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong para guru untuk menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan pendekatan emosional dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus perkenalan Pengurus PGRI Kota Medan Masa Bakti XXIII Periode 2025–2030, yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu, 13 Desember 2025.

Kedatangan Wali Kota Medan disambut dengan iringan musik tradisional Gordang Sambilan, menambah khidmat suasana kegiatan.

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan, tidak dapat menggantikan peran guru sebagai pendidik sekaligus pembentuk karakter peserta didik.

“Peserta didik adalah manusia, bukan robot. Guru merupakan figur pengganti orang tua di sekolah. Oleh karena itu, pendekatan emosional dan komunikasi langsung harus tetap dibangun,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Penilaian terhadap peserta didik tidak lagi semata-mata berbasis akademik, tetapi juga mencakup minat, bakat, kompetensi, serta kondisi mental.

Rico Waas menambahkan, metode pembelajaran pun terus berkembang seiring dengan tuntutan zaman dan kemajuan teknologi. Pemerintah Kota Medan, kata dia, telah mulai menerapkan pembelajaran berbasis digital di sejumlah sekolah.

“Salah satunya melalui peluncuran kelas digital di SMP Negeri 11 Medan dan beberapa sekolah lainnya. Pemanfaatan smart class, smartboard, dan perangkat digital membuat proses belajar lebih interaktif dan kolaboratif,” ujarnya.

Meski demikian, Rico Waas mengingatkan agar pemanfaatan teknologi dilakukan secara bijak dan tidak menimbulkan ketergantungan, terutama pada anak-anak. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di lingkungan keluarga.

“Jangan sampai dalam satu rumah, anggota keluarga hanya berkomunikasi melalui ponsel, padahal berada di ruangan yang sama. Pendidikan karakter harus dibangun melalui sinergi antara sekolah dan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada 146 guru yang memasuki masa purnabakti sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka di dunia pendidikan.

Selain itu, Wali Kota Medan turut menyerahkan bantuan kepada guru-guru yang terdampak bencana banjir sebagai wujud kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kota Medan.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Medan Periode 2025–2030, Andi Yudhistira, menyampaikan bahwa PGRI akan menggeser fokus organisasi pada pengembangan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pendidik akan menjadi prioritas utama PGRI Kota Medan dalam lima tahun ke depan. Penguatan kualitas guru diharapkan sejalan dengan perubahan sistem pembelajaran guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Mery)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru