ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun dalam menangani dugaan korupsi proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 1 Gunung Maligas, Kecamatan Gunung Maligas, mulai menuai sorotan tajam dari publik.
Penanganan perkara yang dinilai lamban memunculkan tanda tanya besar terkait komitmen penegakan hukum di wilayah tersebut. Proyek pembangunan RKB SMP Negeri 1 Gunung Maligas diketahui menelan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2024.
Proyek tersebut disebut telah ditinjau langsung oleh pihak Kejaksaan Negeri Simalungun pada tahun 2025. Namun hingga kini, hasil peninjauan maupun perkembangan penanganan perkara belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Belum adanya kepastian hukum membuat masyarakat mempertanyakan sejauh mana proses penyelidikan atau penyidikan yang telah dilakukan oleh Kejari Simalungun.
Dugaan korupsi dalam proyek ini mencuat setelah muncul indikasi pembayaran penuh kepada pihak kontraktor, meskipun pekerjaan pembangunan diduga belum sepenuhnya selesai hingga akhir tahun 2025.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah. Sejumlah elemen masyarakat, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sebelumnya telah mendesak Kejari Simalungun agar mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.
Publik menilai transparansi dan ketegasan aparat penegak hukum sangat dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.
Meski demikian, hingga awal tahun 2026, belum terlihat adanya perkembangan signifikan yang disampaikan secara terbuka. Situasi ini kian memperkuat anggapan bahwa penanganan kasus tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Simalungun, Edison Sumitro Situmorang, saat dikonfirmasi tim media melalui pesan WhatsApp, Selasa, 13 Januari 2026, menyatakan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh bidang Pidana Khusus (Pidsus).
“Sedang didalami Pidsus. Bukan hanya perkara ini saja yang ditangani Pidsus. Ada beberapa perkara lain yang juga sedang didalami tim Pidsus, dan yang jelasnya akan kami sampaikan ke publik,” tulis Edison dalam pesan singkatnya. (Tim)


































