ATAPKOTA.COM, TAPSEL – Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang melanda sejumlah desa di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sabtu, 31 Januari 2026, aparat kepolisian turun langsung ke lokasi, menyusuri permukiman terdampak untuk memastikan warga tidak dibiarkan menghadapi masa pemulihan sendirian.
Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kerja bakti kemanusiaan di Desa Huta Godang, Desa Anggoli, Desa Aek Ngadol, dan Desa Garoga. Kegiatan dipimpin oleh AKP Januar Fazhari, S.H., dengan fokus pada pembersihan rumah warga terdampak, perbaikan saluran air bersih Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Anggoli, serta pengecatan hunian sementara warga.
Dengan peralatan sederhana, personel Brimob bekerja berdampingan dengan masyarakat. Lumpur dibersihkan, parit diperbaiki, tanah diratakan, dan ruang-ruang hidup yang sempat terhenti kembali ditata. Kerja fisik itu menjadi bagian dari upaya memulihkan kenyamanan sekaligus martabat warga pascabencana.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Ferry Walintukan, mengatakan kehadiran Polri di wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab institusi kepada masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Kehadiran personel Brimob di Batang Toru adalah bentuk empati dan komitmen Polda Sumut untuk membantu masyarakat bangkit dan pulih pascabencana,” ujar Ferry.
Bagi warga setempat, kehadiran aparat kepolisian bukan semata kerja bakti, melainkan simbol kehadiran negara di masa paling rentan. Di tengah puing-puing dan lumpur sisa bencana, kerja bersama antara aparat dan masyarakat memperkuat kembali ikatan sosial yang sempat terkoyak.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Personel dan perlengkapan dilaporkan dalam kondisi siap. Warga menyambut kegiatan tersebut dengan rasa syukur, sekaligus harapan agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan.(AP)
































