Proyek Senilai Hampir 1 Milyar Disorot Warga, PUTR Berdalih Masa Pemeliharaan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:14 WIB

40439 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi aspal yang dikeluhkan warga di Gang karsim Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

Kondisi aspal yang dikeluhkan warga di Gang karsim Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Proyek peningkatan Jalan Karsim Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Hasil pekerjaan yang baru rampung sekitar dua bulan lalu itu dinilai meresahkan warga karena kondisi fisik jalan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini, Kamis, 5 Februari 2026.

Proyek yang dilaksanakan oleh PT Toba Jaya Sakti, perusahaan asal Kota Medan, menelan anggaran sebesar Rp 984.400.000. Namun di lapangan, awak media menemukan sejumlah titik ruas jalan dengan lapisan aspal yang secara kasat mata tampak tipis dan tidak merata. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai mutu pekerjaan, mengingat standar teknis peningkatan jalan lingkungan umumnya mensyaratkan ketebalan lapisan aspal minimal 4 sentimeter setelah pemadatan.

Seorang warga setempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil proyek tersebut. Menurutnya, kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah.
“Ini proyek baru selesai sekitar dua bulan, tapi kondisinya sudah mengecewakan. Anggarannya hampir satu miliar rupiah. Kalau bisa, pekerjaan ini diaudit dulu. Dengan kualitas seperti ini, rasanya tidak sebanding dengan nilainya,” ujar warga itu kepada awak media.

Sorotan publik ini menambah daftar panjang kritik terhadap proyek infrastruktur daerah yang dinilai minim pengawasan. Berdasarkan regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, kualitas pekerjaan seharusnya diawasi secara ketat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima pekerjaan. Kegagalan memastikan mutu berpotensi menimbulkan kerugian negara dan membebani masyarakat dalam jangka panjang.

Menanggapi kritik tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Don Likut Tampubolon, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji ketebalan aspal menggunakan metode core drill atau pengambilan sampel inti. Ia menegaskan bahwa penilaian ketebalan aspal tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan pengamatan visual.
“Jangan hanya dilihat sekilas lalu dibilang tipis. Ada alat ukurnya untuk memastikan itu,” ujarnya.

Terkait adanya aspal yang mengelupas di beberapa titik, Don Likut menegaskan bahwa kondisi tersebut masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa. Sesuai kontrak, proyek masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan setelah pekerjaan selesai. Jika ditemukan kerusakan, penyedia jasa wajib melakukan perbaikan.

Meski demikian, masyarakat menilai bahwa dalih masa pemeliharaan kerap dijadikan alasan pembenar atas lemahnya kualitas awal pekerjaan. Mereka mendorong audit teknis independen untuk memastikan apakah spesifikasi teknis telah dipenuhi dan anggaran negara digunakan secara bertanggung jawab. (Larsen/red)

Berita Terkait

Aktivitas Pematangan Lahan di Jalan Saribu Dolok Menuai Pertanyaan, Pengawas Belum Beri Penjelasan
Sindikat Curanmor Antar Wilayah di Karo Dibongkar, Polisi Amankan Empat Pelaku
Polrestabes Medan Bongkar Home Industry POD Getar Berisi Zat Narkotika
Rico Waas Bahas Potensi Kerja Sama dengan BJB untuk Dorong Ekonomi Inklusif
MNC Group Temui Rico Waas, Bahas Kerja Sama Promosi Potensi Kota Medan
Odi Batubara Dorong Green MICE, Medan Bidik Industri Event Berkelanjutan
Bobby Nasution Siapkan Solusi Retribusi Wisata Air Panas Karo, Dorong Destinasi Naik Kelas
Kebakaran Pasar Dwikora, Pedagang Beberkan Dugaan Hambatan Damkar dan Jual Beli Lapak Liar di Badan Jalan Senilai 35 – 100 Juta

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:49 WIB

Aktivitas Pematangan Lahan di Jalan Saribu Dolok Menuai Pertanyaan, Pengawas Belum Beri Penjelasan

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:02 WIB

Sindikat Curanmor Antar Wilayah di Karo Dibongkar, Polisi Amankan Empat Pelaku

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:40 WIB

Polrestabes Medan Bongkar Home Industry POD Getar Berisi Zat Narkotika

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:10 WIB

Rico Waas Bahas Potensi Kerja Sama dengan BJB untuk Dorong Ekonomi Inklusif

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:43 WIB

MNC Group Temui Rico Waas, Bahas Kerja Sama Promosi Potensi Kota Medan

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:30 WIB

Bobby Nasution Siapkan Solusi Retribusi Wisata Air Panas Karo, Dorong Destinasi Naik Kelas

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:29 WIB

Kebakaran Pasar Dwikora, Pedagang Beberkan Dugaan Hambatan Damkar dan Jual Beli Lapak Liar di Badan Jalan Senilai 35 – 100 Juta

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pemko Pematangsiantar Perbaiki Jalan Berlubang di Simpang S Parman–Sangnaualuh Damanik

Berita Terbaru

Barang Bukti yang berhasil diamankan Polisi.

HUKUM & KRIMINAL

Polrestabes Medan Bongkar Home Industry POD Getar Berisi Zat Narkotika

Kamis, 18 Jun 2026 - 22:40 WIB