Pelayanan Publik Sumut Klaim Membaik, Transparansi Masih Kabur

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:21 WIB

40129 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya, dan Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, saat temu pers terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2026 di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, baru-baru ini.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya, dan Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, saat temu pers terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2026 di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, baru-baru ini.

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Klaim peningkatan kualitas pelayanan publik kembali digaungkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hasil Indeks Pelayanan Publik (IPP) 2025, Pemprov Sumut mencatat skor 4,27 dengan predikat A-, melonjak dari skor 3,90 berkategori B pada tahun sebelumnya. Angka ini diklaim sebagai bukti keberhasilan transformasi birokrasi di tubuh pemerintah daerah.

Capaian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah Tahun 2025, Kamis, 5 Februari 2026.

Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menegaskan bahwa IPP dirancang untuk memastikan reformasi birokrasi tidak berhenti pada dokumen dan prosedur administratif.

“IPP bertujuan memastikan transformasi birokrasi memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat,” kata Dedi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan.

Namun, capaian angka tersebut patut dibaca secara lebih kritis. Evaluasi IPP 2025 di Sumatera Utara hanya menyasar dua unit lokus, yakni Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dan UPTD Khusus RSUD Haji Medan. Jumlah ini justru berkurang dibanding tahun 2024 yang mencakup tiga unit, termasuk UPTD Pendapatan Daerah (PEPENDA) Binjai.

Pengurangan unit lokus evaluasi menimbulkan pertanyaan soal representasi penilaian. Dengan ratusan unit layanan publik yang berhadapan langsung dengan warga, mulai dari perizinan, pendidikan, kesehatan hingga administrasi kependudukan, penilaian berbasis dua unit berpotensi belum mencerminkan kondisi riil pelayanan publik di lapangan.

Dedi menyebut hasil evaluasi menunjukkan tren positif dan mencerminkan komitmen organisasi dalam meningkatkan pelayanan secara berkelanjutan. Namun, klaim tersebut belum disertai pemaparan terbuka mengenai temuan kelemahan, rekomendasi perbaikan konkret, maupun hasil pengaduan masyarakat, padahal aspek pengelolaan pengaduan menjadi salah satu indikator utama IPP.

Kementerian PANRB sendiri saat ini menitikberatkan evaluasi pada sembilan layanan prioritas nasional serta percepatan transformasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Fokus ini sejalan dengan amanat reformasi birokrasi tematik sebagaimana diatur dalam kebijakan nasional reformasi birokrasi dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menuju Indonesia Emas 2045.

Indeks Pelayanan Publik mengukur enam aspek utama: kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem informasi layanan, pengelolaan pengaduan, serta inovasi pelayanan. Dalam konteks ini, skor tinggi seharusnya berbanding lurus dengan penurunan keluhan publik, percepatan layanan, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, indikator yang belum sepenuhnya diungkap ke ruang publik.

Secara nasional, hasil IPP 2025 menempatkan Badan Pusat Statistik sebagai instansi dengan skor tertinggi di tingkat kementerian/lembaga, yakni 4,97 (kategori A). Untuk tingkat provinsi, Jawa Timur mencatat skor tertinggi 4,75. Sementara Kota Surabaya dan Kabupaten Sumedang masing-masing memimpin kategori kota dan kabupaten.

Perbandingan ini menegaskan bahwa skor tinggi bukanlah akhir dari reformasi pelayanan publik, melainkan awal dari kewajiban transparansi. Tanpa keterbukaan data, audit independen, serta pelibatan masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, capaian IPP berisiko menjadi sekadar angka administratif—bukan cermin nyata kualitas layanan negara kepada warganya. (AP/red)

Berita Terkait

Diduga Langgar Kode Etik, ASN Pemko Medan Jalani Pemeriksaan Inspektorat
Bupati Samosir Serahkan 4 Ton Benih Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan Nasional
Polisi Sita Diduga 5 Kilogram Ganja dan Dalami Jaringan Pemasok
Polsek Binjai Kembali Grebek Barak Narkoba di Tandem Hilir, Tiga Bong Sabu Diamankan
Polres Simalungun Raih Dua Penghargaan Kapolri Sekaligus, Sabet Predikat Pelayanan Prima dan WBK
DPP PJS Tolak Keras Stigmatisasi “Londo Ireng”, Desak Presiden Prabowo Cabut Pernyataan dan Minta Maaf
Pemkab Asahan Gelar Aksi Bergizi di Sekolah, Fokus Cegah Anemia dan Percepatan Penurunan Stunting Remaja
Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Senilai 1,5 Miliar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:06 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, ASN Pemko Medan Jalani Pemeriksaan Inspektorat

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bupati Samosir Serahkan 4 Ton Benih Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:38 WIB

Polisi Sita Diduga 5 Kilogram Ganja dan Dalami Jaringan Pemasok

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:35 WIB

Polsek Binjai Kembali Grebek Barak Narkoba di Tandem Hilir, Tiga Bong Sabu Diamankan

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:05 WIB

Polres Simalungun Raih Dua Penghargaan Kapolri Sekaligus, Sabet Predikat Pelayanan Prima dan WBK

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:35 WIB

Pemkab Asahan Gelar Aksi Bergizi di Sekolah, Fokus Cegah Anemia dan Percepatan Penurunan Stunting Remaja

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WIB

Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Senilai 1,5 Miliar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WIB

Bobby Nasution Apresiasi CKG Mitra Gojek, Dorong Penguatan Jaminan Kesehatan bagi Pekerja Transportasi Daring

Berita Terbaru

Dugaan peredaran 5 kilogram ganja di Batang Angkola. Dua orang diamankan.

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Sita Diduga 5 Kilogram Ganja dan Dalami Jaringan Pemasok

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:38 WIB