ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap program magang ke Jepang sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing internasional. Dukungan itu disampaikan pada Senin, 9 Februari 2026, di Medan.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi perwakilan OSHiN Tekno dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori Centre di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30.
Bobby Nasution mengapresiasi program magang ke Jepang yang dinilainya sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumatera Utara. Menurutnya, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri harus dibarengi dengan tujuan jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Saya sangat mendukung. Kita boleh mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi itu bukan solusi utama. Yang terpenting adalah mereka kembali membawa ilmu, pengalaman, dan keterampilan untuk membangun daerah asal,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap mendukung pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi calon peserta magang. Langkah tersebut dinilai penting agar tenaga kerja yang diberangkatkan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan penerima di Jepang.
Sementara itu, perwakilan OSHiN Tekno Muhammad Khaidar berharap Gubernur Sumut dapat melakukan kunjungan langsung ke Jepang, khususnya untuk bertemu dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.
“Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir langsung ke Jepang untuk bertemu KJRI Osaka dan mengumpulkan lembaga serta organisasi penerima kerja. Kunjungan tersebut diyakini dapat meningkatkan kepercayaan perusahaan Jepang terhadap tenaga kerja asal Sumut,” kata Khaidar.
Ia juga mengungkapkan bahwa Jepang diperkirakan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar mulai tahun 2026, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Saat ini, terdapat sekitar 3.000 perusahaan yang tergabung dalam organisasi penerima kerja di Jepang dengan berbagai bidang usaha.
“Kami menargetkan seribu peserta magang asal Sumut melalui LPK yang ada. Selama ini, perekrutan tenaga kerja dari Sumut masih relatif kecil dibandingkan daerah lain. Kehadiran langsung Gubernur Sumut di Jepang diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga kerja Sumut,” ujarnya. (AP/red)

































